Pariwisata Sumbawa, Pendiam dengan pesona tersembunyi yang begitu indah (Part 1)

Duh! Mau kemana nih!! Buta banget lah sama Sumbawa. Sama sekali gak tau tempat apa yang harus aku datengin selama disini nanti. Udah gak ada referensi, gak ada teman dekat juga dari pulau ini. Pusing lah. Mana ini proyek lumayan gede (sama salah satu provider seluler). Konten apa yaa yang bisa aku bikin dari tempat ini. Duh! Tolooonnngggg!!

Tanggal 24 Mei, aku lagi-lagi harus melakukan perjalanan. Destinasi ini sebenarnya adalah salah satu destinasi yang aku pengen banget. Pulau Sumbawa namanya. Kenapa aku pengen banget kesini, ini tak lain dan tak bukan, lahir dari rasa penasaran ku, lagi dan lagi. Kepo sepertinya memang jadi embrio si schode hahaha.

Aku tuh bingung! Bisa-bisanya Sumbawa kalah populer dari pulau-pulau di sebelahnya. Padahal Sumbawa itu ada di tengah-tengah pulau-pulau populer, lho! Kalian tau kan? Jangan-jangan kalian juga gak tau Sumbawa yaa? Hmm okee, sekarang kita kenalan dulu sama pulau ini.

Ini yang namanya Pulau Sumbawa. Pernah liat pulau yang bentuknya gini?

Pulau ini adalah bagian dari gugusan kepulauan Nusa Tenggara, kalo jaman dulu disebutnya kepulauan Sunda Kecil. Sunda kecil itu terdiri dari Bali (dipaling barat) Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Pulau Timor (dipaling Timur). Nah Sumbawa ini masuk dalam provinsi Nusa Tenggara Barat, berdua sama Pulau Lombok. Sementara Flores, Sumba, dan Pulau Timor, masuk dalam provinsi Nusa Tenggara Timur.

Yang aku bingung, kok bisa sih Sumbawa gak seterkenal, Bali, Lombok, Flores dan Sumba? Padahal Sumbawa ada di tengah-tengah mereka loh. Gak percaya? Nih liat.

Via Google

sekali lagi aku mau bilang yaa sama kalian, Sumbawa beda sama Sumba. Kalo kalian mengaku warga negara Indonesia, dan cinta sama negeri ini (harus), yaa kalian harus kebal dong sama daerahnya. Seru tau baca-baca peta, sambil ngayal, “suatu saat gue pasti akan ada disini!” Gituuuu hehe.

Oke, sekarang kita bahas perjalanan untuk memperkenalkan keindahan Sumbawa. Berangkat dari minimnya informasi, aku mulai berselancar di internet, tulis-tulis referensi pariwisata di Google, dan cari-cari video di YouTube. Banyak jalan. Yang penting kita mau usaha dan cari tau. Pasti ada pencerahan.

Gak lupa, aku juga selalu ngelakuin ritual di instagram, bikin pengumuman kalo aku mau dateng ke Sumbawa, dan berharap ada teman instagram aku yang asli orang sana, atau sudah pernah jalan ke Sumbawa. Beruntungnya beberapa teman membalas, salah satu nya, Bang Sisi timur , atau biasa di panggil Bang Sistim.

Beliau adalah pemuda asli Bima, bagian timur dari Pulau Sumbawa, yang berdedikasi tinggi untuk memajukan pariwisata Sumbawa. Sudahlah, pada akhirnya, Bang Sistim yang menjadi pusat informasiku, sekaligus racun yang paling kuat untuk membuat ku membulatkan tekad untuk datang ke Sumbawa.

Tapi masalahnya, bang Sistim ada ujung timur Pulau Sumbawa, sedangkan aku ingin menjelajah dari ujung barat sampai ke timur. Karena sayang jika perjalanan ini hanya aku habiskan di timur, rasanya tidak adil untuk Pulau Sumbawa yang luas ini jika aku hanya kenalkan sisi timur nya saja. Akhirnya, aku berjanji pada Bang Sistim untuk bertemu di Bima ketika aku selesai menjelajah di Sumbawa bagian Barat.

Tahun 2016, aku pernah datang ke Sumbawa, tapi hanya di bagian pesisir barat nya saja, untuk berkunjung ke Pulau Kenawa dan Pulu Paserang. Tapi kali ini aku tidak akan berkunjung kesana lagi, aku akan lebih banyak menjelajah dan mencari keindahan Sumbawa di daratannya saja.

Mulai berpikir, siapa yang harus aku ajak, untuk menemani perjalanan ku memperkenalkan keindahan Sumbawa? Bukan hanya menemani, tapi juga bisa membantu ku untuk memperkenalkan keindahan Sumbawa secara massive, karena rasanya kalo hanya aku sendiri, akan kurang ramai. Lagi pula, tidak mungkin juga aku sendiri, nanti di culik lagi! Hahahaha

Akhirnya setelah melalui pemikiran dan analisa panjang, aku memutuskan dan berkesimpulan. Rasanya akan lebih tepat jika aku memulai perjalanan dari Pulau Lombok. Pertimbangannya adalah; bandara di Sumbawa ini aku rasa kurang strategis keberadaannya. Ada dua bandara di Sumbawa, pertama bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, yang berada di Kabupaten Sumbawa Besar, adanya persis di tengah-tengah Pulau Sumbawa. Satu lagi adalah bandara Sultan Muhammad Salahudin, yang berada di Bima, sebelah timur Pulau Sumbawa. Tadinya aku ingin langsung terbang ke Sumbawa besar, tapi rasanya kurang tepat, karena aku akan berputar, ke Sumbawa Barat, balik lagi ke Sumbawa Besar, untuk kemudian ke Bima. Kurang efisien menurut ku. Jadilah aku memutuskan untuk overland mulai dari Lombok.

Oh iya, kenapa menurut ku bandara di Sumbawa kurang strategis, menurut ku, untuk menunjang pariwisatanya, bandara di Sumbawa ini harusnya berada di sebelah barat dan sebelah timur. Jadi memungkinkan untuk para wisatawan melakukan perjalanan darat dari barat ke timur, maksudnya aksesnya lebih banyak. Seperti yang di lakukan di Sumba, bandara ada di barat di Waikabubak, dan ada juga bandara di timur di Waingapu. Jadi memungkinkan untuk menjelajah seluruh pulau/overland.

Ini pembagian kabupaten di Pulau Sumbawa (juga Lombok) sumber; Google

Orang pertama yang aku hubungi adalah bang Bibin. Kenapa bang Bibin? Dulu pertama kali ke Lombok, bang Bibin ini lah yang jemput dan nganter kemana-mana. Orangnya juga asik banget, dan untuk perjalanan panjang kaya gini, perlu banget yang namanya ice breaker, biar perjalanan gak berasa, dan seru-seru aja. ditambah bang Bibin ini bisa nyetir plus punya link penyewaan kendaraan untuk bisa berkeliling seluruh Sumbawa. Oke orang pertama sudah siap, tinggal kita cari tokoh yang akan berperan lainnya untuk membantu memperkenalkan keindahan tersembunyi Sumbawa.

Orang kedua yang aku hubungi berikutnya adalah Kaki Sumpit, seorang travel fotografer dan trip planner terkenal di Lombok. Aku butuh banget sumpit, karena aku yakin dia bisa mengangkat Sumbawa ke jaringan sosial media, dan jaringan klien trip nya hehehe. Gimana pun caranya, Sumbawa ini harus banyak di kenal orang! Aku yakin Sumpit adalah figur yang tepat untuk ini.

Dan malam terakhir sebelum berangkat aku ajak lagi satu orang. Dia adalah fotografer profesional yang banyak dikenal di kalangan instagramer karena menjadi salah satu konten kreator yang di sarankan oleh instagram untuk di follow. Namanya Dea, atau di instagram dikenal dengan @deakenw. Tanpa basa basi Dea pun mengiyakan ajakan ku, sebuah dedikasi luar biasa untuk membantu memperkenalkan keindahan Indonesia.

Tim perjalanan sudah lengkap! Dan kami sudah tidak sabar untuk menjadi saksi betapa indahnya surga-surga tersembunyi di Sumbawa.

Jadi akan ketemu keajaiban apa yaa di Sumbawa? Aku sudah gak sabar banget!! Tapi kalian harus sabar yaaa, part II nanti aku ceritain ke kalian betapa Sumbawa ini benar-benar beda dari tempat-tempat lain yang sudah aku datengin!

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *