Setelah Nusa Tenggara Timur, aku makin percaya bahwa Indonesia memang Negeri Setengah Surga.

Pasti bosen kalo lagi-lagi aku bilang, aku pergi sama Awan Ethnic Craft. Eh kayanya enggak deh yaa, kan kalian semua baik hehe. Jadi mau dengerin yaaa cerita ku 9 hari keliling Nusa Tenggara Timur? walaupun belum ke seluruh wilayahnya sih, cuma ke beberapa pulau aja, tapi seru kok, beneran deh, dengerin yaa? Pokoknya aku gak mau tau!

Hahaha, maksa.

Btw, saran dari mama ku, katanya kalo bisa tulisan ku harus lebih EYD, jadi mudah di Translate ke berbagai bahasa, makanya sekarang gue, eh aku, mau nyoba nulis pake aku/kamu, boleh yaa? Hehehe.

Jadi, begini, tanggal 30 kemarin, aku dan Awan Ethnic craft bertolak ke Kupang, kenapa harus di tanggal itu? Karena itu hari Jumat, dan pas banget tanggal merah, karena apa? Yaa karena salah satu dari kami, masih terkekang dengan kantornya, itupun dia harus ambil cuti 5 hari kerja setelah long weekend. Yaaa dunia kerja memang begitu hehehe.

Sebelum berangkat ke Kupang, seperti biasa, aku selalu menginformasikan ke semua teman instagram melalui instastories, dan satu teman baik memberikan balasan, namanya Hendra, dia asli Kupang, dan ngajakin ketemu sesampainya aku di Kupang.

Hal ini selalu aku lakukan, demi menambah persaudaraan, dan membuka silaturahmi. Aku bilang sama Hendra, bawa sekalian teman-teman mu yaa bang! Aku mau punya saudara banyaakkk di Kupang ini! Hehehe

Jadi sebenarnya, jalan ke Kupang ini juga dalam rangka bertemu salah satu suplier tenun Awan Ethnic Craft, juga ingin melihat-lihat bagaimanakah bentuk asli dari tenun khas Timor, yang ternyata, almak! Beta suka sekali!!!

Singkat cerita, kami bertiga sampai di El-Tari, Kupang. Yang dua yaa ownernya awan Ethnic, satu lagi, yaa aku lah! (Jangan kepo mereka berdua siapa yaa, kalo kalian baca-baca tulisan aku yang duluan, pasti tau ownernya siapa). Kami bertiga langsung di jemput sama si kakak suplier, dan diantar ke hotel dimana kami menginap untuk dua hari di Kupang. Setelah menyimpan semua barang di Kupang, kita mampir sebentar ke sebuah pantai, namanya pantai Lasiana, gak begitu jauh kok dari pusat kota Kupang, yaa 30 menit lah. Disini kami hanya makan siang, karena, yaa bagusnya memang pantai ini dinikmati pada saat sunset dan kita dateng super kecepatan, gak apalah, perkenalan dulu dengan pulau ini hehehe.

Setelah mampir ke pantai Lasiana, kami sebentar mampir untuk melihat tenun-tenun di tempat suplier, dan setelah membeli beberapa, (eh nggak deh, banyak! Koleksi barunya Awan Ethnic yang super-super kece, beda dari yang sebelumnya pokoknya) kami kembali ke hotel, dan beristirahat sejenak, dan malamnya siap bertemu dan berbincang-bincang dengan sahabat baru dari Kupang, Hendra dan kawan-kawan.

Malam yang dinanti datang! Bertemu sahabat-sahabat baru dari Kupang! Aku minta Hendra dan teman-teman untuk datang saja ke cafe hotel, biar gak ribet pindah-pindah gitu, dan kebetulan hotel kami tidak jauh dari tempat tinggal Hendra dan kawan-kawan. Tak lama mereka semua datang, dan kami berpelukan, saling tersenyum dan melempar sapa. Tak terasa kami berbincang sampai larut, dan kalian harus percaya kalo kami langsung se-akrab itu. Mereka baik-baik sekali! Kalo gak percaya coba kenalan aja! Oh, setelah berbincang sampai larut, aku langsung percaya, bahwa sebuah petualang tak terlupakan, akan segera dimulai.

Nah ini dia sahabat-sahabat baru ku! Aku kenalan kalian yaa, dari kiri itu ada Mansu, Awan, Kaks Icon, Kaks Bagus, Kaks Adjie, Kaks Vera, Kaks Hendra, dan terakhir Kaks Udex. Aku nulis ini sambil kangen mereka semua hehehe.

Karena mereka semua, jadwal yang sudah ku buat berubah total. Yang tadinya aku hanya ingin eksplore Pulau Timor, berubah jadi berkeliling provinsi NTT, dari Kupang, Rote, Timor Tengah Selatan, sampai Pulau Sumba. Mungkin itu akal-akalan mereka saja, supaya aku tidak habiskan semua destinasi di Kupang, jadi aku harus kembali lagi kesana. Aku suka cara mereka! Hehehe.

Tau gak, tadinya tuh aku mau keliling pulau Timor ini aja. Dua hari di Kupang, terus pindah ke Soe, terus ke Fatumnasi, baru deh pulang lagi ke Kupang untuk terbang ke Jakarta. Eh ini malah kita mau nyebrang ke Pulau Rote lusa. Berubah semua deh agenda hahaha.

Besok Kaks Hendra, Kaks Icon, Kaks Udex dan Kaks Adjie udah siap antar kita keliling di sekitar Kupang, aku sih pengen banget ke Goa kristal, dan mereka mengabulkan itu, jadilah hari kedua kita main ke Goa kristal, foto-foto di pantai Tablolong dan sunset-an di Cafe Tebing. Seru banget!

Ini nih Goa kristal, parah sih, di tengah panas menyengat kota Kupang, ketemu tempat ini tuh, ah sudahlah, segarnya tuh kaya berenang di es campur!

Kalo ini pas jadi model ala-ala di Pantai Tablolong, ketemu nona asli Timor, dan jadilah kita foto begini buat katalog 😅😅

Setelah menyelesaikan perjalanan di Kupang, teman-teman kembali mengantarkan kami ke hotel. Besok pagi mereka akan jemput lagi karena kita akan berlayar ke pulau paling selatan negeri ini, Pulau Rote!! Gak sabar!! Malam ini aku mau tidur nyenyak deh, biar besok paginya sudah siap lahir batin! Hehehe

Hari yang di tunggu-tunggu datang. Bangunpun tepat waktu, kaks Hendra, kaks icon, kaks udex, dan Kaks Bagus sudah nunggu kita di lobby hotel, lengkap dengan gogo yang akan mengantar kita ke pelabuhan. Oh gogo itu nama taksi disini, di Kupang belum ada transportasi online, jadi kami tidak bisa pesan-pesan pake aplikasi hahaha.

Kalo kamu mau ke pulau rote, kamu harus ke pelabuhan Tenau, dari sana akan ada kapal-kapal yang akan mengantar kalian mengarungi lautan. Nanti aku cerita di tulisan berikutnya tentang bagaimana cara ke pulau Rote dari Kupang yaaa!

Kita akan menghabiskan 2 hari satu malam di Rote, berangkat jam 10 pagi, dan pulang besok di jam 2 siang. Btw, ternyata pukau Rote besar banget, lho. Gak cukup waktu dua hari! Serius! Aku aja cuma dapat dua spot selama disini hahaha

Ini namanya pantai Inaoe, yang mengisi hari ketiga ku di NTT. pantainya bagus banget!! Coba aja kesini.

Kalo ini Pantai Oesosole, dengan Batu karang berbentuk love yang sangat iconic, pantai ini mengisi hari keempat di NTT.

Selesai sudah perjalanan di Rote dan kami segera kembali ke Kupang. Karena ada satu tempat yang harus aku datengin. Dari awal aku tuh udah wanti-wanti, pokoknya aku mau ke Fatumnasi! Biarin yang lain gagal dan berubah destinasi, tapi Fatumnasi jangan! Soalnya disana ada Gunung Mutis, gunung tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Timur. Gak mungkin aku lewatin yang satu ini! Kan ini bagian dari mimpi aku, bisa menapakan kaki di setiap puncak tertinggi provinsi negeri ini.

Dan singkat cerita, kami semua pergi ke Fatumnasi, pulang dari Rote siang hari, dan tengah malam kami langsung berangkat ke Fatumnasi. Dari Kupang sendiri membutuhkan waktu 5-6 jam. Nanti detailnya akan ku ceritakan di tulisan berikutnya. Tungguin yaa! Aku kasih liat keindahan gunung mutis!

Ini sedikit indahnya gunung mutis, yang mengisi hari ke lima ku di NTT. Cantik kan?

Tek-tok Gunung Mutis itu luar biasa. Walau begitu, harus tetap semangat, karena malam ini juga harus segera kembali ke Kupang, karena dini hari besoknya, di hari ke enam, kita harus terbang ke Sumba. Tidak masuk dalam agenda, yaa tapi aku suka juga. Toh aku belum pernah ke Sumba, dan mungkin ini akan jadi alasan untuk aku kembali ke Pulu Timor, untuk menuntaskan tempat-tempat yang akhirnya tidak jadi ku sambangi. Ini semacam hutang, dan aku pasti membayarnya, juga membayar rindu-rindu atas segala kebaikan saudara-saudara baru ku disini.

Sisa 3 hari sampai hari ke sembilang di NTT aku habiskan di Sumba, untuk dokumentasinya, kamu bisa lihat di instagram ku. Kalian bisa click profil instagram ku di paling bawah dari halaman tulisan ini.

Terakhir. Aku ingin mengucapkan milyaran terimakasih untuk kakak-kakak ku di Kupang. Sumpah demi seluruh alam semesta, kalian sungguh baik, aku jatuh hati. Kita baru saja kenal, tapi aku merasa begitu dekat, begitu akrab, layaknya sahabat sejak taman kanak-kanak. Ini tidak sama sekali berdusta, dan semoga kalian semua merasakan apa yang aku rasakan. Percayalah aku selalu menunggu kedatangan kalian di Jakarta, aku janji akan menjamu kalian selayaknya kalian menjamu kami, lebih dari itu kalo aku bisa. Dan semoga kalian juga percaya bahwa aku akan kembali ke tanah Timor, untuk sekali lagi bertemu kalian, dan petualangan luar biasa lainnya akan tercipta. Pokoknya aku begitu beruntung kenal kalian. Aku beruntung. Dengan segala kerendahan hati, aku ucapkan terimakasih….

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

One Comment

  1. July 9, 2018
    Reply

    Waaah Mantaap banget bang pengalamannya. Bisa keliling indonesia.
    Semoga suatu saat juga bisa kaya bang schode.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *