kaleidoskop 2017, pelajaran dan perjalanan.

“Great Things Never Came From Comfort Zones”. Itu adalah penggalan kalimat yang sering kali gue ucapkan ditengah-tengah seminar, didepan ratusan orang yang dengerin gue banyak omong didepan mereka.

Itu sedikit banyak menggambarkan siapa gue. Penasaran, kepo, nantang, dan suka banget nyobain hal baru yang belum pernah gue rasain sebelumnya. Mungkin kalian sudah baca itu di tulisan pertama Blog ini, atau mungkin, kalian juga salah satu orang yang mendengar celotehan gue ketika gue diminta untuk menjadi pembicara. Mmm, gue memang gak bisa ngajarin apa-apa, tapi paling nggak, gue berani untuk berbagi pengalaman, walau gak seberapa.

So, Tahun 2017 lalu adalah sebuah tonggak, yang akhirnya membuat gue sekarang menjadi seorang pejalan, pejalan yang semoga memberikan dampak.

2017. Tahun ini dimulai dari sebuah pilihan yang cukup sulit. Membuat gue terjebak bahkan pada hal yang sebelumnya gak pernah gue tebak. Percayalah, akhir 2016 gue memutuskan untuk kembali bekerja sebagai orang kantoran, lebih tepatnya gue mau belajar hal baru. Ada yang aneh rasanya, gue mengajukan lamaran pekerjaan disebuah perusahaan yang bergerak dibidang social entrepreneur, dibawah seorang Profesor besar bernama Rhenald Kasali, ahli managemen, Guru Besar UI, dan seorang yang sangat dipertimbangkan tidak hanya didalam negeri, tapi juga diluar negeri. Terbukti dari Beliau yang selalu menjadi salah satu pansel KPK, yang memilih siapa yang harus memimpin lembaga yang begitu di agung-agungkan, karena memberantas penyakit laten pejabat negeri ini, Korupsi. Selain itu, beliau juga adalah seorang Komisaris Utama Angkasa Pura II. Memang beliau sangat luar biasa, itu kenapa gue pengen banget mencuri ilmu dari beliau. Anak HI yang teroritis ini lagi-lagi menceburkan diri dihal yang benar-benar diluar dari disiplinnya, dipimpin oleh seorang dosen besar fakultas ekonomi UI, yang padahal matematika adalah pelajaran yang paling dia benci. Aneh kan yaaa….

Hahahahaha itulah Schode Ilham, dengan segala random-nya, kepo, dan pengen tau banyak hal. Lah kan, cuma ikan mati yaa yang ngikutin arus, makanya gue coba untuk melawan itu, melakukan lompatan-lompatan, merasakan semua hal dalam hidup yang cuma sekali ini. Journey To Be the Ultimate Me, kalo kata coach Rene. Mencoba itu harus, gagal itu biasa, kalo kata Jason Mraz di lagu I’m Yours, sih ; “to win some or learn some’, bukan gagal atau kalah, tapi belajar sesuatu jikalau lo gak berhasil dalam pilihan lo.

Gue gak sengaja pernah nonton di Youtube, salah satu cuplikan presentasi Jack Ma, Pendiri Alibaba, yang juga adalah salah satu orang terkaya di dunia. Dalam presentasinya dia mengatakan dan memberi gambaran tentang bagaimana seharusnya manusia menjalankan hidupnya dari usia ke usia;

Menurut Jack Ma, ada garis waktu yang harus dihadapi manusia dalam kehidupan, dimulai dari menginjak usia 20 tahun, dan terus berjalan hingga berakhir di usia 60 tahun.

Sebelum lo masuk usia 20 tahun, lo harus jadi murid yang baik, mencari jati diri dan merawat apa yang jadi minat dan bakat lo. Oke, masa ini gue udah lewatin, dan gue rasa gue melewati masa ini dengan luar biasa menyenangkan, puas jadi anak nakal, banyak bolos, sering berantem, sering ngelawan guru, sering cabut kelas dan kenakalan-kenakalan remaja pada usianya, tapi percayalah, gue tetap naik kelas dan berprestasi, nakal wajar loh yaa, bukan yang tawuran, suka malak, ngerokok disekolah dan lain-lain, FYI, sampe sekarang pun gue gak ngerokok hehehe.

Sebelum lo masuk usia 30 tahun, ikutilah seseorang. Coba masuklah kesebuah perusahaan yang belum terlalu besar, karena kalo lo milih masuk perusahaan yang sudah besar, lo hanya menjadi bagian dari sebuah mesin yang besar. Tapi kalo lo ada di perusahaan kecil, lo akan belajar tentang passion dan semangat, lo belajar tentang mimpi, atau bahkan akan belajar banyak hal dalam satu waktu. Jadi, sebelum usia 30 tahun, bukan perusahaan mana yang lo pilih, tapi lebih ke Bos mana yang lo Ikutin. Bos yang baik akan ngajarin lo dengan cara yang berbeda. Nah karena itulah akhirnya gue memilih bekerja di sebuah perusahaan yang tidak begitu besar, namanya Rumah Perubahan, Yang dipimpin oleh sosok besar, Prof. Rhenald Kasali.

Selanjutnya, antara usia 30-40 tahun kalian harus memikirkan untuk menjadi seorang entrepreneur dan bekerja sendiri, karena itu akan lebih baik. Usia 40-50 lo harus melakukan apa yang paling lo kuasai, karena ketika memulai sesuatu yang baru di usia ini rasanya sudah sangat terlambat. Di usia 50-60 tahun, bekerjalah dengan anak-anak muda, karena mereka bisa bekerja lebih baik dari lo, berinvestasi pada anak muda, dan pastikan mereka bisa bekerja dengan baik. Dan di usia 60 tahun, nikmatilah waktu yang lo punya.

“Di usia 25 tahun, buatlah kesalahan, jangan khawatir tentang jatuh, bangkit dan jatuh lagi… Nikmatilah! Anda baru 25 tahun, Nikmati pertunjukannya.” – Jakc Ma

kalo kata Aristotle “No great genius has ever existed without some touch of madness” dan betul sekali hehehe.

Jadi apa yang gue lewati selama 2017;

4 Januari 2017, Jadi anak Kantoran.

terbaru 019.JPGDan Akhirnya gue memutuskan untuk menjadi RK Mentee atau Rhenald Kasali Mentee, anak muda yang di mentori oleh seorang Profesor besar negeri ini. 4 januari, benar-benar awal tahun 2017, gue resmi menjadi seorang pegawai kantoran. Berangkat jam 7 pagi, dan pulang jam 5 sore. Hidup baru, tantangan baru di awal tahun.

032

Abang cari nafkah dulu yaa neng!

Gue suka banget sama lingkungan kerja di Rumah Perubahan, gue suka rekan-rekan kerja yang notabene seumur gue semua, gue suka suasana kantor yang hijau banget, ada kolam, ada sungai, Pohon-pohon rimbun, rusa-rusa, sapi, kerbau, jauh dari pusat kota, pokoknya kantor dengan nuansa kaya gini tuh impian banget lah! Ditambah gimana cara Prof Rhenald membimbing, sangat dekat, sangat tegas. Bisa ikut kegiatan Beliau dari ketemu orang hebat, Live di TV, dan jadi bagian dari peluncuran buku beliau yang luar biasa berjudul Disruption. Pengalaman yang tidak bisa dibayar dengan uang seberapapun besarnya. Namun, kebersamaan gue dengan Profesor dan Rumah Perubahan hanya berlangsung selama kurang lebih 3 bulan. Rasanya, gue memang tidak akan pernah merasa produktif didepan komputer dan meja kerja sepanjang hari, dan sepertinya Profesor tau betul kalo jiwa gue gak disana, maka dari itu, memilih jalan lain adalah pilihan terbaik saat itu, yaa walaupun gue pengen banget tetap dekat dan bisa mencuri ilmu dari Prof Rhenald, selalu, dan alhamdulillah silaturahmi berjalan baik, sampai anak pertama beliau, Fin Kasali, menjadi teman dekat gue sampai saat ini.

Awal April itu lah gue merasa begitu galau di tahun 2017, mungkin bukan galau, tapi lebih ke dilema. Gue sadar bahwa ternyata menjadi dewasa itu tidak mudah. Krusial banget menurut gue, karena ini adalah tantangan sebenarnya, harus menentukan pilihan ditengah-tengah waktu yang berat, keluar dari pekerjaan, tanpa ada subtitusi apapun. Dan disinilah persimpangan hidup dimulai, harus memilih satu jalan yang bukan hanya dipilih berdasarkan pikiran, tapi juga sikap, dan yang bisa memilih jalan dipersimpangan ini memanglah hanya diri sendiri. belok kiri? kanan? lurus kedepan? atau malah hanya jalan ditempat? semua pilihan ada di diri sendiri.

Mungkin ini yang disebut dengan Quarter Life Crisis, yang penting jangan terbawa menjadi sebuah kegalauan berlarut-larut. Tapi sudah pasti ini akan menjadi sebuah hal yang mengkhawatirkan, karena pasti ada konsekuensi dari setiap pilihan. Jadi mau dibuat apa? Yang jelas, gue gak pernah jalan ditempat. Dan gak sampe umur 30 tahun, gue sudah memutuskan sebuah hal besar dalam hidup. Untuk Jalan sendiri, dan membentuk path untuk masa depan sendiri.

Setelah keluar dari rutinitas perkantoran, gue segera melakukan perjalanan untuk menyembuhkan diri ke sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Lampung, Dua hari setelah melakukan handover pekerjaan.

6 April 2017, Gue Kembali Pada Alam, Dan Lampung, Adalah Aktor Yang Sukses Membuat Gue Sejenak Lupa Tentang Quarter Life Crisis.

Disini gue disambut sama teman-teman Lampung yang luar biasa, dijamu seorang teman baik hati bernama Abi, diijinkan menginap dirumahnya, bersama keluarga kecil dari kaka perempuan Abi yang sangat ramah dan menerima gue dengan hangat. Gue selalu terharu dengan momen seperti ini, momen yang selalu gue rindukan ditengah-tengah perjalanan. Kebaikan hati manusia, pada manusia lainnya. Hampir satu minggu tak terasa waktu dihabiskan di Lampung, mengunjung spot-spot luar biasa seperti Way Kambas dan Gigi Hiu.

DSCF5008.JPGIni juga salah satu teman di Lampung yang menemani perjalanan, teman baik hati tanpa pamrih, namanya Handrijay, terima kasih teman atas kebaikan hatinya, Tuhan memberkati.

DSCF5053.JPGTerimakasih juga untuk momen ini Jay, ini salah satu pulau terbaik di Pesisir Lampung, Namanya Pulau Mahitam.

DSCF5337.JPGDan ini juga momen di Gigi Hiu yang diabadikan Handrijay. Sekali lagi terimakasih brooo!!!

10 April 2017, Mendadak Pergi Saja Menuju Gunung Api Tertinggi Di Indonesia, Gunung Kerinci.

Ini benar-benar diluar rencana, setelah 5 hari berkeliling Lampung, Salah satu teman yang juga menemani perjalanan selama di Lampung, Anto, Random aja ngajak naik Kerinci, beruntungnya gue udah bawa perlengkapan pribadi yang lengkap ke Lampung, jadi gak perlu mikir panjang untuk mengiyakan ajakan Anto. Mumpung belum ada kegiatan apapun, apa salahnya gak coba ke Kerinci, mumpung di Pulau Sumatera kan, yaa walaupun sebenarnya lumayan jauh sih dari Lampung ke Jambi, kemarin itu habis perjalanan darat 19 jam hahahaha. Tapi gak apa, berkat Anto dan Abi, gue bisa cerita ke anak cucu nanti kalo gue pernah seperkasa itu waktu muda hehehe.

Di perjalanan Kerinci ini, gue ketemu banyak teman baru, nama-nama yang tidak pernah mungkin gue lupa, dari yang awalnya cuma bertiga (Gue, Anto dan Abi) jadi formasi pendakian yang ramai dan super seru! Terimakasih kawan-kawan atas cerita Kerincinya, Bli Anom, Mas Adit, Pak Djoni, Pak Hendro, Kak Tika, Kak Henock, Kak Helen, Bang Wahyu, Ariel, Cema, dan Zamilah, oh dan dua porter keren, Pakde dan Bule!

img_4260.jpgAku Kangen kalian loh! hehehe

img_4332.jpgTeman Pendakian paling seru! paling baik, paling kocak, tanpa pamrih, dan tentunya tanpa drama! Selama pendakian isinya ketawa mulu, sampe tenda super kecil dipake bertiga tanpa ribut apapun, kalian mantap! kalian luar biasa, kita harus ulang lagi naik gunung bertiga!! Anto yang megang tongsis, Abi yang jaket merah, dan Gue dengan kaca mata bulat itu hehe

28 April – 1 Mei 2017, Jalan Bareng Kemenpar Pesona Indonesia Sebagai Travel Blogger.

Wait, What?????? Seorang Schode di ajak jalan sama Kemenpar sebagai seorang Travel Blogger????? Kaya gak mungkin, tapi ini terjadi loh! Sejujur-jurunya, gue baru mulai nulis serius tentang traveling itu awal tahun ini. Yaa tapi emang dari dulu gue suka nulis, sih, tapi masih di domain website yang pasaran alias gratisan, dan isinya tulisan-tulisan akademis seputar HI hahaha. Gue inget banget, 18 januari 2017 gue baru bikin domain schodeilham.com. Dan gak butuh waktu lama untuk gue bisa berkarya dan diperhitungkan melalui tulisan dan blog ini. Ini seperti semesta mendukung, gak butuh waktu lama juga dari pas gue memutuskan untuk keluar kerja, langsung datang kerjaan pertama dari Kemenpar. Alhamdulillah.

Sebenarnya gue diajak jalan sama Pesona Indonesia dari akhir 2015. Pertama kali di kontak via email sama Mbak Nina, dengan subjek email “potensi ajak jalan” tapi salah satu syarat yang dibilang sama Mbak Nina adalah, harus punya blog, dan waktu itu gue masih belum total banget buat traveling, masih mikir kalo traveling tuh cuma hobi doang, sampe akhirnya setahun berselang gue bikin blog juga, dan akhirnya tawaran serius masuk di DM Instargam melalui Mas Ain, yang kemudian bertanya ketersediaan waktu ditanggal 28 April sampai 1 mei. Tanpa banyak omong, yaa langsung gue sikat, perjalanan pertama sebagai seorang Travel Blogger, dan akhirnya ini lah tonggak awal yang menjadikan jalan-jalan sebagai Profesi gue.

img_1749.jpgDari Guci Alit

img_1924.jpgSampai B-29.

Dan dari perjalanan ini gue juga ketemu sama teman-teman hebat yang super seru, kata Mas Ain sih ini perjalanan Pesona Indonesia paling seru menurut doi, ditambah anak-anaknya juga seru banget hahahaha alhamdulillah kalo gitu.

img_1743.jpgDan ini Tim Pesona Indonesia Lumajang, Minus Mas Sendy (terbaik) yang mendokumentasikan momen ini.

10 Mei  – 13 Mei 2017 Jalan Ke Labuan Bajo Sebagai KOL Nivea Bareng Kelly Tandiono Dan Ramon Y Tungka.

Egiilllleeeeee, seminggu setelah gue jalan sama Kemenpar, gue langsung diajak jalan lagi sama Nivea. Udah gitu, ke Spot impian gue, LABUAN BAJO!!! Ini kali pertama gue jadi profesional KOL (Key Opinion Leader) yang di bayar. Sebelumnya gue pernah jadi KOL di 2016 (Untuk KAI), waktu itu cuma di fasilitasi tripnya tapi gak dibayar, nah yang Nivea ini, gue bener-benar di fasilitasi dan di bayar cooyyyyyyy! Duh! Tuhan maha baik! Dia kaya ngasih gua jalan gitu sih huhuhu, bisa apa lagi gue selain bersyukur?

Dan disini juga gue kenal orang-orang super keren, salah satunya Om Bolang atau lebih terkenal sebagai Lost Packer. Abang yang sangat jadi panutan gue sampai saat ini, mendengar kisahnya membuat gue makin semangat untuk memperkenalkan keindahan negeri ini. Pokoknya gue gak bisa jelasin dia sebaik apa, untuk orang yang pencapaian (sebagai traveler) sudah seluar biasa itu, harusnya wajar aja kalo dia mau sombong, tapi dia gak ngelakuin itu, RESPECT sama abang gue yang ini!!

iphone ode 049

Processed with VSCO with j1 preset

Dan ini sedikit dokumentasi dari Kepulauan Komodo. Siapa sih yang gak mau kesini? apalagi gratis dan dibayar? Alhamdu? Lilllaaaaahhhhhhhhh….

22 Mei – 28 Mei 2017, Road Trip Jawa Tengah Bareng @awanethniccraft

Dua minggu berselang gue kembali jalan-jalan gratis, kali ini di Sponsorin sama brand tenun yang udah provide tenun-tenun gue dari awal 2016. Jalan-jalan ini juga sekalian mau ketemu pelanggan-pelanggan loyal awanethnic di setiap kota yang kita datengin kaya Purwokerto, Kebumen, Wonosobo dan tujuan akhir Yogyakarta. Perjalanan seru ini juga kita sekalian manfaatkan dengan foto-foto produk baru ditempat-tempat kece yang kami singgahi.

img_4955.jpgIstirahat sebentar setelah perjalanan panjang Jakarta-Wonosobo. Istirahatnya malah naik gunung yaa, luar biasa memang hahaha. Dan terimakasih buat teman-teman perjalanan kali ini, walaupun gak full team.Next kita bikin rame yaaa!

Teman perjalanan; AwanMansuQq NurulJaboyRara, dan Dendy, minus Kak RoosLintangJareAlbarIrana, dan nana

27 Juli  – 30 Juli 2017 Jalan ke Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur bareng Pesona Indonesia Kemenpar.

Iya, hampir dua bulan akhirnya gue baru jalan lagi, jalan yang dibayar yaaa hehe. Karena bulan juni itu bulan puasa, jadi gue mutusin buat gak jalan. Nah lagi-lagi tawaran ini datang dari Mas Ain, yang udah gue anggep kaya bapak sendiri Hahahaha, Yaa abis kalo gue anggap sahabatkan ketuaan yaaa? Tapi emang bener, Mas Ain tuh se-friendly itu, kalo lagi guyon atau nyinyir bareng doi, yaa berasa seumuran aja gitu, asik banget pokoknya, kita juga jadi gak canggung dan ngerasa gak enakan, ini yang bikin perjalanan Pesona Indonesai bareng tim Mas Ain selalu cair. Oh iya satu lagi, ini tawaran kedua dari Pesona Indonesia, itu artinya, mereka merasa puas pake jasa gue sebagai Travel Blogger, sadar betul bahwa yang paling sulit itu adalah mempertahankan, jadi ini juga gue anggap sebagai prestasi, karena gue mampu menjaga hubungan baik dengan client hehehe. Good Job Schöde!

Nah kali ini gue dan Pesona Indonesia berkunjung ke Kutai Kartanegara, sebuah Kabupaten yang kaya banget menurut gue, ada kerajaan Kutai yang begitu me-legenda, dan ada juga fenomena Desa terapung, Pulau ditengah Sungai, melihat bagaimana kehidupan Orang Utan lebih dekat, sampai Lumba-lumba air tawar atau masyarakat sekitar menyebutnya Pesut. Dan diperjalanan ini lagi-lagi gue ketemu sama orang-orang hebat. Ketemu penulis super panutan gue Kak Yuki Anggia, gak ngerti kenapa Kak Yuki bisa nulis sebagus itulah, memang role model gue hehehe. Ketemu juga sama Kak Griska Gunara, Ngerasa nyaman aja gitu karena orangnya super slow, kelihatan bijaksana juga, pokoknya cocok dijadiin kakak alias kakakable hehe, sampai sekarang Kak Griska yang paling sering ngingetin gue banyak hal, sering japri kasih semangat dan ngedoain, sebaik itulah pokoknya Kak Griska, Me Love! Ketemu juga sama Kakak asli Kaltim, sungguh baik dan ramah dan tentunya informatif, namanya Kak Donat alias Kak Friska, Sehat-sehat terus Kak Friska, semoga ada kesempatan lainnya kita ketemu. Terus gue juga ketemu teman baru, seorang pejalan sejati, seorang yang bisa banget dijadiin teman dekat bahkan baru pertama kali ketemu, Namanya Joey, atau kami lebih mengenalnya dengan nama Ransel Usang, Kutai Kartanegara juga adalah tempat dimana Joey tumbuh besar, yaa walaupun sekarang dia berkelana jauh dari Kutai, lebih sering berada di Lombok, tapi kenangan dan pengetahuannya tentang Kutai sungguh melekat, yaa Joey menjadi tempat gue untuk nanya apapun yang gue kepoin tentang tempat ini hehehe, Ada satu nama lagi, bener-benar orang baru yang gue kenal, dan jadi room mate juga selama di Kutai. Orang yang baru gue kenal ini langsung gue nobatkan sebagai guru gue, orang yang dengan senang hati mengajarkan gue tentang drone dan teknik-tekniknya yang jujur aja baru gue tau pada saat itu, dia jago banget asli, makanya banyak dipercaya untuk menjadi tim dokumentasi untuk beberapa program Kemenpar, oh iya kelupaan, namanya Bang Nicko, Pokoknya dia Drone Pilot panutan gue, asli gak bohong. dan nama terakhir dari tim ini adalah Yudha, alias si kampret Catatan Backpacker, gak perlu gue ceritain panjang lebar lah yaaa, yang jelas kita semua tau gimana dia banyak menginspirasi orang-orang di luar sana. Yaa akhirnya gue bisa satu project sama dia yang biasanya cuma kumpul-kumpul di toko kopi (Ini gue yang ngasih project yaa! Gantiaan lu rekomendasiin gue ke client-client lu nyet! haha). Dan gak lengkap rasanya kalo perjalanan ini tanpa Mas Ain dan Mbak Nina yang selalu jadi Emak Bapak gue disetiap project Pesona Indonesia.

img_7550Tulisan favorit gue sepanjang tahun 2017 lahir dari rasa emosi begitu besar ketika bertemu dengan Bujang dan Ani di BOSF Samboja Lesatari, kalian bisa membaca tulisan emosional itu disini.

img_7560-2Ini Lumba-lumba air tawar atau Pesut yang gue ceritain, beruntung banget bisa ngeliat mereka langsung. Kenapa begitu? Kita susur Sungai Mahakam yang super panjang ini dari pagi coy, dan baru berhasil ngeliat mereka di jalan pulang menjelang Petang. Dan tau gak, disungai Mahakam yang panjangnya kurang lebih 900 KM, hanya tersisa kurang lebih 70 Pesut :((((((( Semoga anak cucu gue bisa ngeliat mereka gak cuma di poster atau acara-acara TV yaa, dan semoga masyarakat sekitar serta pemerintah juga mengupayakan agar Pesut tidak punah. AMIN!! untuk tulisan tentang Pesut dan sungai Mahakam, kalian bisa baca disini

Tentang Kembaranesia Dipertengahan Tahun 2017

Sempat terbersit sebuah gagasan besar dalam kepala gue di tahun ini, melahirkan sebuah mimpi yang sampai saat ini terus gue pelihara dalam kepala. Dia gue beri nama Kembaranesia, sebuah akronim dari Kembara Indonesia. Ia lahir dari sebuah keresahan, banyak sekali keresahan, dan Ia juga lahir atas buah pemikiran untuk benar-benar melakukan langkah nyata demi membantu mempromosikan pariwisata Indonesia yang begitu kaya ini. Suatu saat Kembaranesia akan lahir, percayalah dia selalu meronta untuk keluar dari rahim kepala gue. Oh iya beberapa perjalanan gue lakukan dengan banyak orang baru untuk memperkenalkan Kembaranesia. Itu terjadi rentang Juli sampai Agustus. Tak jauh, hanya sekitar Kepulauan Seribu yang begitu indah.

Oh ngomong-ngomong, banyak hal terjadi di Agustus. Saat gue merasa jenuh dengan rutinitas yang berhubungan dengan social media, sampai gue menghilangkan semua postingan foto di profile Instagram, memutuskan untuk tidak pergi kemanapun sepanjang Agustus. Yaa namanya juga manusia, pasti ada saat Ia merasa jenuh dan butuh seseorang yang real untuk bersandar, bukan selalu mengadu pada Social Media hehehe. Oke lupakan Gloomy August, akhirnya Schode kembali dan terus melanjutkan ceritanya 😀

Kembali Menyembuhkan Jiwa Di Awal September, Papandayan Menjadi Pelampiasan.

3 September kalau tidak salah. Gue mengiyakan ajakan Awan, Mansu dan Qq dari Awanethnic untuk melakukan pendakian santai ke Gunung Papandayan. Sudah pasti ini juga bagian dari foto-foto untuk artikel-artikel baru, modifikasi tenun ala Awanethnic, sudah jelas kalo jalannya kaya gini, gue pasti gak ngeluarin uang, karena gue jadi talent alias model ala-ala buat katalog mereka hahaha. Perjalanan sebentar ini sukses jadi healing therapy buat jiwa gue. Alam memang tempat paling baik untuk membuang toxic negatif didalam jiwa hehehe. Terimakasih sahabat-sahabat ku yang luar biasa, doa terbaik ku untuk kalian, sukses selalu.

img_9954Dari kiri kekanan, Awan Ikhwan, Gue, Qq Nurul, Mansu. Oh iya kalo mau baca cerita Papandayan dengan wajah barunya, bisa click disini.

27 September  – 29 September 2017 Jalan Bareng Kementrian Pekerjaan Umum Untuk Hari Kota Dan Hari Habitat Dunia 2017, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Yang gue paling suka dari momen perjalanan ini adalah, akhirnya gue bisa ketemu Caesa Dhanis! Pertemanan kita unik, kita kenal dari Instagram hampir dua tahun lalu, di 2016 kita pernah ketemu di Lombok tapi cuma liat-liatan doang, karena gak saling kenal muka. Padahal sedekat itu kita saling foto dan gak sebentar di lokasi yang sama. Setelah pulang dan upload foto ditempat yang sama, barulah kita sadar dan saling menghujat karena gak saling sapa hahahaha. Kocak sih. Dan akhirnya setahun berselang akhirnya kita benar-benar ketemu, padahal sama-sama di Jakarta, yaa orang introvert kaya gue mana nyaman ketemu orang kalo gak deket banget hahahaha. Nah perjalanan ke Kalimantan Selatan ini juga terealisasi karena Cae merekomendasikan gue ketemannya yang kerja di Kementrian PUPR, baik banget sih Cae! Karena kebaikan lo, akhirnya tengah malam itu gue ikhlas nyari martabak di Banjarmasin buat elu yang gak jelas kenapa ngidam martabak tengah malam -___-. Oh iya disini juga ketemu teman instagram lama yang udah follow-followan dari followers gue masih receh banget hahaha namanya Diana, tapi kita panggil dia Diddy. Terus ketemu juga sama Bill Satya, fotografer yang sangat konsisten sama karya dia yang mengagumkan, terus ada juga teman-teman baru lainnya CiciZeraEvy, Dhepe dan gak lupa sama Om Jon, Bapak perjalanan kami, senior di Kementrian PUPR, yang ngurusin Sosial medianya PUPR. Om Jon super asik dan seru, berkesan lah pokoknya hehehe.

Team yang didominasi cewek-cewek, tapi tetap seru, sampe-sampe di grebek polisi pas asik karaokean di sekitar Banjarmasin. hahahaha

30 September – 8 Oktober 2017 Main Sebentar Di Sumatera Barat Sekaligus Membuat Video #HitzVids Axis (Provider Seluler) Di Bukittinggi

Sehari setelah pulang dari Kalimantan Selatan, gue langsung terbang ke Sumatera Barat. tujuan gue sebenarnya disini cuma satu, pengen banget ngedaki Gunung Talamau, sebagai Gunung tertinggi di Sumatera Barat, dan akhirnya menjadi gunung terberat yang pernah gue daki sejauh ini. Untuk membaca tentang perjalanan di gunung ini bisa kalian baca disini.

img_2136Gempor kalo ngebayangin lagi ngedaki gunung ini, liat tuh masih jauh banget kan….

Setelah dari Talamau, gue langsung ke Bukittingi, disini ketemu sama saudara-saudara baru, pemuda asli Bukittingi yang tinggal di bawah kaki gunung Marapi, sangat ramah, dan sangat hangat menyambut dan menampung gue selama di Bukittinggi. Dua orang ini sudah gue anggap sebagai saudara sendiri, namanya Beni dan Fikri. Mereka dengan ikhlas dan tanpa pamrih mau mengantar gue kemanapun gue mau, padahal gue tau mereka punya rutinitas lain. Begitu baiknya mereka. Tidak mungkin terlupakan. Oh iya kalo mau lihat hasil video #HitzVids buat Axis, bisa klik disini yaaaa.

18 Oktober – 22 Oktober, Mendaki Ciremai Sekaligus Membuat Project Video #CeritaKereta Traveloka.

Beberapa minggu setelah perjalanan Sumatera Barat, gue langsung dapat project lagi, kali ini dari Traveloka untuk review fitur baru di aplikasi booking tiket kereta mereka. Ditemenin sama sobat pendaki gue dari satu komunitas yang sama sejak dua tahun lalu di Mountainigers, Resta Adhi alias Adhot namanya. Short escape yang lumayan lah, sayangnya waktu itu ladang persawahan di Majalengka baru selesai panen, jadi gak hijau seperti foto-foto keren di Instagram. Oh kalo mau baca cerita Ciremai bisa klik disini.

img_6368Pendopo di Pos Arban ini bener-bener ngangenin lah, enak banget tidur disini hahahaha.

Awal November 2017, Project Bertabrakan!!

Weekend pertama di bulan November, gue ada project tipis lagi-lagi bareng @Awanethniccraft. Kali ini gak jauh-jauh, cuma ke Bandung untuk Photoshoot beberapa artikel baru mereka, Photoshoot di Bandung ini menjadi yang favorit buat gue dari semua photoshoot yang udah gue lakuin sama Awanethnic, gak tau kenapa, suka aja sama hasilnya!

gunung putri bandung 088.JPGSalah satu hasil jepretan yang gue suka dari Photoshoot di Bandung.

Minggu kedua tiba-tiba aja ada dua tawaran berbarengan. Sedihnya dua tawaran ini dateng dari dua client yang loyal ke gue, Pesona Indonesia Edisi Malang dan Axis untuk #HitzTrip ke Jogja. Gue harus bersikap profesional disini, soalnya Axis lebih dulu ngontak gue dibanding Tim Pesona Indonesia, dan jalan ketiga bareng Mas Ain dan tim Pesona Indonesia harus di pending, semoga ada project lainnya di tahun ini yaa mas hehehe. Akhirnya atas dasar gak enak dan tetap menjaga hubungan baik, gue mencoba mencari pengganti untuk mengisi slot blogger yang bisa berangkat ke Malang.

9 November gue akhirnya berangkat ke Jogja, dan ketemu lagi sama teman-teman luar biasa. Senang banget akhirnya bisa ketemu Kadek Arini!!! Salah satu inspirasi gue untuk jalan-jalan dan menulis. Terus ketemu dan satu project lagi sama Harival, ketemu juga teman-teman seru lainnya, ArisBang Aji, dan si Mood booster Hendra. Oh iya gak lupa juga ketemu tim Axis yang super seru bikin kita makin mingle, ada Anggi A.K.A Raisaaahh dan Argo.

Nah ini dia tim #HitzTrip super seru. Serius perjalanan ini 80% isinya ketawa doang. 20% nya panik gara-gara harus posting hahahaha tapi asli ini salah satu perjalanan paling seru.

Menghabiskan sisa November dengan menghadiri beberapa acara di Ibu kota, Seperti #CoworkFest bank BRI dan kembali berlatih futsal bareng Tim Futsal Abnon setelah sekian lama gak olahraga di lapangan.

Desember, Menutup Tahun Dengan Sangat Produktif.

Hal baik kadang terjadi menjelang detik-detik penghabisan, entah apa alasannya, mungkin ini seperti kado setelah sepanjang tahun berusaha, atau sebagai pengingat bahwa tahun depan harus berkarya dua kali lebih kuat.

Lagi, lagi, dan lagi, awal tahun ini dibuka dengan perjalanan bersama @awanethnicraft. Ini mungkin yang disebut simbiosis mutualisme. Setelah dari awal kami bersama-sama membangun @awanethniccraft (yaa walaupun gue hanya terlibat dibagian promosi social media) sekarang waktunya kami bisa menikmatinya sedikit demi sedikit. Beruntungnya Sahabat-sahabat gue di dalam Awan Ethnic Craft, tahu betul apa itu proses, dan gue yakin mereka gak akan lupa sama bagaimana kita dari awal bekerja sama membangun ini sampai sebesar sekarang, yaa gue yakin, mereka tidak termasuk bagian dari orang-orang yang lupa caranya berterima kasih. Karena itu gue nyaman banget berada disekitar mereka, apapun pasti gue bantu kalo gue bisa, dan semoga sebaliknya seperti itu hehe. Loh ini ngomongin apa? hhahaha.

Oke, Perjalanan kali ini bareng @awanethnic, kami bersama mengunjungi Sumatera Utara. Tetap berbalut foto-foto katalog untuk artikel baru mereka, sih, hahaha. Tapi gak apa, yang penting gue difotoin, dan gue bisa punya bahan untuk posting di socmed tanpa dibilang maling foto HAHAHA. So, perjalanan ini gue manfaatkan untuk sekalian mendaki gunung tertinggi di Sumatera Utara, Gunung Sibuatan (untuk baca ceritanya silahkan baca disini), juga melihat Danau Toba dari berbagai sisi. Oh disini gue juga ketemu orang-orang super duper baik! Ada Bang Tanzil atau lebih akrab gue panggil Bang Takjil hehehe, Bang Azmi yang kami panggil Bang Komeng dan satu lagi Eki yang paling muda diantara kita, si pemikir yang pendiam.

img_6404.jpgSedikit gambaran dari liarnya Gunung Sibuatan, Puncak tertinggi di Sumatera Utara.

KOL Untuk BUMN Expose 2017, 10 Desember – 12 Desember.

Tim @awanethniccraft harus balik duluan ke Jakarta, karena harus mengikuti acara Jakcloth, sementara gue masih harus di Sumatera Utara, untuk mengikuti kegiatan BUMN Expose 2017. Tau gak gue diminta untuk hadir di acara ini sama siapa? Sama Prof Rhenald coyyyy!!! Mantan guru, eh gak ada yaa mantan guru, guru gue! Yaa ampun Prof Rhenald mulai melirik dan mengakui pengaruh gue di dunia digital yang sekarang jadi concern beliau. Ini Semacam apresiasi yang sangat tinggi dari Guru untuk Muridnya! Oke tanpa berlarut-larut, gue akhirnya tergabung dalam acara luar biasa ini, bergabung bersama orang-orang hebat dari Reporter Senior, Petinggi BUMN/Swasta, Doctor, sampai Ustadz Yusuf Mansur dan Wirda Mansur anak Ustadz yang begitu di idolakan banyak orang. Oh gak lupa gue juga bisa ngajak 8 teman dalam perjalan ini, dan gue ajak teman-teman social media yang gue anggap cukup dekat dan anti drama hehe, lagi-lagi gue ajak Yudha alias Catatan Backpacker, terus gue ajak Kak RoosAlbarFaisalDendy HarunBarat DayaJareNana, dan gak lupa Tim Rumah Perubahan Iqbal dan Sekar.

Banyak tempat yang kami kunjungi, dari Bandara Kuala Namu, Pelabuhan Kuala Tanjung, PT Inalum, Bandara Silangit, sampai Desa Adat Tomok di Pulau Samosir. Perjalanannya super seru, akhirnya gue bisa ngeliat lagi Prof Rhenald memberikan wejangan-wejangan khas nya, mengingatkan gue pada awal tahun, pertama kali gue ketemu beliau. Ketemu di awal tahun, dan kembali bertemu di akhir tahun, seperti ketidak-sengajaan yang disengaja hehe. Oh iya semoga tahun depan dapat lagi project yang gue bisa ngajak teman-teman, biar bisa bagi-bagi rezeki dan pengalaman bareng hehehe.

Menari bersama Si Gale-Gale di Desa Wisata Tomok, ditengah-tengah kegiatan BUMN Expose 2017. FYI, Desa Tomok ini ada dibawah binaan PT. Pelindo 1 (Melalui CSR), dan sekarang desa Tomok menjadi destinasi utama Pariwisata di Sumatera Utara khususnya Pulau Samosir.

KOL Untuk DWP 2017. 15 Desember – 16 Desember.

Pulang dari Sumatera gue langsung di kontak untuk jadi salah satu tamu di acara musik bergengsi di Indonesia bahkan Asia, namanya Djakarta Were House Project. Gue emang udah langganan dari tahun lalu untuk jadi KOL di acara ini. Tapi beda sama yang tahun ini, gue dapat akses plus-plus, jadi tamu VVIP yang bisa nikmatin acara ini dari Penthouse yang notabene eksklusif banget, Bisa ke backstage sampe ngerasain gimana getaran dari Garuda Stage tempat DJ dari seluruh dunia beraksi diatas panggung, dan, DAN, Meet n Great sama idola gue MARSHMELLO!!! Ah gila sih, gue yang Mello Gang ini bersyukur banget bisa ketemu doi dan ngobrol-ngobrol sebentar, sampe ngebahas Selena Gomez! hahahaha. Oh iya gue mau sampaikan satu hal, kok gue dateng sih ke acara kek gini? Lah gimana sih, festival musik kan juga salah satu bagian dari pariwisata, yaa ini mash common dong sama kegiatan gue hehehe.

IMG_6433Ini dia momen terbaik di DWP 2017, foto bareng Marshmello. Oh yang disamping pake baju item itu junior gue di kampus, namanya Robi. Doi junior gue paling loyal hahaha apasih. Tapi iya bener, temen traveling boleh ganti-ganti, tapi doi, selalu nemenin gue DWPan dari jaman DWP masih becek-becekan di Ancol, sampe sekarang. Terbaik lo Bi! Tahun depan lagi yaa!

19 Desember – 27 Desember 2017, Project Bareng Traveloka, Bali.

Ini Project terakhir gue di 2017, ditutup dengan Traveloka yang bulan lalu baru aja kasih project #CeritaKereta, Project berlanjut, lagi-lagi ini tanda bahwa client puas sama kerjaan gue, Alhamdulillah. Nah kali ini gue gak kerja buat posting di Instagram, bukan buat foto atau video, tapi, lebih dari itu, gue harus nulis dan melakukan soft selling dalam bentuk tulisan di blog. Kayanya Blog mulai iri sama instagram yang selalu ngasih kerjaan buat gue, makanya dia gak mau kalah, persaingan yang bagus dude! hahaha. Oh iya tulisan tentang tips Traveloka bisa di baca disini yaa. Tulisan itu sih menurut gue bakal bermanfaat banget buat kalian yang pengen liburan tapi ngirit-ngirit hehe.

img_5664Sedikit liburan akhir tahun gue bareng Mee dan Macy di Bali kemarin, kita bertiga bener-bener quality time hampir dua minggu, benar-benar di hotel terus lah. Benar-benar istirahat setelah awal bulan yang produktif. bener-bener.

So?! Untuk bisa sampai sejauh ini, entah sudah berapa banyak harapan yang hidup juga doa yang telah terkabul, ada banyak juga nikmat yang dateng, bahkan gue, pun, kadang gak sadar. Sebelum kaki menapak sejauh sekarang, gue inget betul gue pernah ada di banyak tempat berbeda, Sedang orasi di depan gedung KPK, Memimpin Rapat didepan seluruh ketua organisasi mahasiswa di kampus, bahkan pergi jauh sampai ke sebrang benua untuk mengabdi bagi negeri sebagai diplomat. Banyak hal sudah terlewati, sampai akhirnya gue ada disini. Berjalan jauh, bertemu saudara baru dipelosok daerah,  dan belajar dari mereka, dari manusia, juga alam. Seiring dengan bertambahnya usia, rasa juga bertambah, prioritas bergeser, dan sepertinya terlalu egois kalo gue cuma ngerasain ini semua sendiri, akan jauh lebih arif dan bijak kalo gue berbagi tentang ini, tentang sebuah perjalanan. Semakin banyak bertemu teman-teman hebat dan tentu lingkungan yang bahkan gak pernah terbayang sebelumnya, juga berdiri didepan ratusan orang untuk bercerita dan memberi semangat. Nyesel? Tentu aja nggak. My life changed, and you know, God has a good plan for me, apapun itu didepan sana nanti. Seperti yang selalu gue bilang, This is journey to be the ultimate me, gue pengen ngerasain semua tahap dalam hidup, jadi organisator, jadi pegawai, jadi duta, jadi inspirator (menurut orang lain), dan berdiri diatas kaki sendiri.

Gue juga percaya bahwa hidup adalah tentang perjalanan, dan pasti kita akan menemukan banyak persimpangan. Itu biasa menurut gue, karena tanpa itu, hidup juga gak akan berwarna. Jadi suatu hari, kita bisa menertawakan masa lampau, mengingat bahwa dulu kita pernah sekuat itu, itu semacam penghargaan untuk diri sendiri, menurut gue.

Dan untuk semua teman yang selalu mendukung perjalanan gue. Gue gak ngerti mau bilang apa lagi. kalo ada kata yang lebih artinya dari terimakasih, pasti udah gue ucapin ke kalian semua. Kalian itu seperti semangat yang tidak pernah tuntas. Gue kehabisan kata-kata, yang jelas gue cuma bisa doain kalian semua, karena hidup itu tabur tuai, kebaikan pasti berbalik dan semoga kalian semua senantiasa dikelilingi hal-hal baik. Entah apa yang direncanakan Tuhan dengan meberikan gue jalan ini, dan mengenalkan gue pada banyak orang baik seperti kalian, apapun itu, gue betul-betul beraharap kehilangan kalian semua bukanlah salah satunya. Sebab kehilangan kalian itu pasti setiap hari aku berdoa, Tuhan, Jangan sampai.

Terima kasih sudah menjadi Api dan sekligus air.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Aku siap melewati tahun ini, dengan kalian semua di dalamnya…

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

3 Comments

  1. Dev
    January 19, 2018
    Reply

    👏👏👏👏👏👏👏👏

  2. January 25, 2018
    Reply

    halo sodara, sepertinya petualanganmu di 2017 sangat luar biasa. semoga kita bisa berjalanan bersama lagi dalam petualangan yang lainnya
    Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *