Jalur Pendakian Gunung Ciremai via Apuy, jalur tersantai untuk menggapai Puncak tertinggi Jawa barat.

Awalnya gue mikir, “ngapain lagi gue nulis tentang Gunung Ciremai, ngabis-ngabisin kouta aja. Kan, udah banyak yang nulis tentang gunung ini, udah telat keleus, tulisan gue juga gak bakal masuk dalam jajaran top search di Google”.

Begitulah pergolakan yang terjadi di kepala, pikiran orang negative hahaha. Tapi bodoh banget sih pernah mikir kaya gitu. Toh, setiap orang punya cerita dan pengalaman yang berbeda, gak mungkin seratus persen sama. Lagian, gaya cerita dan penulisannya juga pasti beda. Apa salahnya berbagi. Kalo kata orang-orang bijak, sharing is caring. Jadi, cerita aja dulu, gak perlulah ngarep orang-orang untuk baca, kalo tulisan kita bagus, orang pasti baca kok tanpa kita suruh, bener gak? Yang penting tujuannya adalah berbagi, bukan pamer apalagi berharap jadi terkenal karena tulisan hehehe, keep postive schoodeee.

Dan akhirnya setelah 3 minggu terlewatkan untuk sekedar berpikir mau nulis atau nggak tentang Gunung Ciremai, gue memutuskan untuk menulis juga, walaupun tulisan ini gak akan pernah ketemu di Google hahahaha, gak apa-apa deh, yang penting berkarya.

Perjalanan dimulai tanggal 19 Oktober, padahal beberapa minggu sebelumnya gue baru menyelesaikan pendakian Gunung Talamau yang super beraaatttt (baca Disini) tapi, mimpi gue untuk bisa menapakan kaki di puncak gunung tertinggi setiap provinsi membuat gue bersemangat untuk mendaki Gunung Ciremai, yaa karena Gunung Ciremai adalah puncak tertinggi provinsi Jawa Barat.

Setelah membaca-baca sumber di Google tentang pendakian Gunung Ciremai, gue memutuskan untuk mendaki Gunung Ciremai Via Apuy, Majalengka. Dengar-dengar sih, jalurnya lebih mudah dari pada jalur lainnya, oh FYI, ada tiga jalur populer menuju Gunung Ciremai.

Pertama ada jalur Linggarjati, yang katanya ekstrim banget, startnya dari kota Cirebon. Kedua ada juga jalur Palutungan yang awalnya menjadi pilihan gue, startnya dari kota Kuningan, katanya sih jalur Palutungan ini lebih mudah dari jalur Linggarjati, tapi gak tau deh hehe. Dan yang ketiga adalah jalur Apuy dari Majalengka yang akhirnya jadi pilihan.

Awalnya gue memilih jalur Palutungan karena setelah gue baca, jalur ini cenderung lebih mudah dari pada jalur Linggarjati. Bayangin aja deh, kalo kita mulai dari Linggarjati, basecampnya ada di ketinggian 600 MDPL, dan ketinggian puncak Gunung Ciremai itu 3.078 MDPL, lumayan juga kan? kalo dari basecamp Palutungan itu kita mulai dari ketinggian 1.100 MDPL, lumayan lah, mangkas beberapa tanjakan hahaha. Eh tapi tapi, ternyata gue ke skip satu jalur lagi, setelah gue baca-baca ternyata jalur Apuy lebih santai ketimbang dua jalur tadi. Basecamp Apuy sendiri terletak diketinggian 1.204 MDPL. Lumayan lah buat ngirit tenaga yaaa.

Ditambah jalur Apuy ini lebih pendek waktu tempuh pos-perpos nya. Terhitung ada 6 pos yang jaraknya tidak terlalu jauh tapi terus menanjak. Sementara melalui jalur Palutungan kalian akan melewati 8 pos yang jarak tempuhnya lumayan panjang. Dan Linggarjati yang memiliki 11 pos, yang sudah terkenal sebagai jalur terberat untuk mencapai puncak tertinggi Jawa Barat ini.

Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki puncak Gunung Ciremai melalui jalur Linggarjati normalnya adalah 11 jam 45 menit, itu belum termasuk waktu beristirahat dan bermalam, mengingat posnya yang banyak dan jaraknya yang begitu jauh. Lama juga yaaa, berarti mungkin butuh waktu 3 hari 2 malam. Sementara untuk mencapai puncak Gunung Ciremai melalui jalur Palutungan umunya akan memakan waktu 8 jam 15 menit, juga belum termasuk waktu istirahat setiap pos dan bermalam. Lalu gimana dengan jalur Apuy? Nah untuk jalur ini, hanya dibutuhkan waktu 7 jam untuk sampai di puncak, itu juga tidak termasuk waktu istirahat dan bermalam, lebih singkat dan hemat tenaga sepertinya. Nah, sekarang kita kupas tuntas yuk gimana sih Jalur pendakian Gunung Ciremai Via Apuy.

Jalur Apuy tepatnya berada di kota Majalengka. Gue saranin, kalo lo domisilinya di Jakarta, lebih baik naik Bus, dari pada kereta, karena akan lebih dekat dan gak muter-muter. Gue sih berangkatnya kemarin pake kereta sampai Cirebon, karena awalnya gue milih lewat jalur Palutungan. Karena akhirnya gue lewat Apuy, jadilah gue harus muter-muter turun naik angkutan umum ke majalengka hahaha. Gak apa-apa lah, soalnya lagi ada projek juga kemarin sama kereta (Followers Instagram gue pasti tau hehe).

Oke, setelah 2 jam perjalanan turun naik kendaraan umum, akhirnya kami sampai di Terminal Maja. Dari terminal Maja, kami masih harus mencarter mobil bak terbuka untuk sampai ke basecamp Apuy, karena memang jaraknya yang masih begitu jauh. Seperti biasa, harga carter mobil bak akan semakin terjangkau jika dibayar patungan. Karena sore itu hanya ada kami bertiga yang ingin mendaki (karena biasanya pendaki ramai dihari libur/weekend, sementara kami mendaki di hari kamis/malam jum’at haha), akhirnya terjadilah proses tawar-menawar.

Umumnya, mobil bak ini disewa oleh minimal 10 orang dengan biaya perorangnya 25 ribu. Karena kami merasa keberatan membayar 250 ribu untuk satu mobil, akhirnya kami menawar pulang-pergi 300 ribu, jadi sekali berangkat 150 rb, dan besoknya kami diantar kembali ke Terminal Maja, dan disetujui hehehe, lumayan lah irit 200 ribu. Dan menurut gue Worth it sih, jauh banget coy dari terminal Maja ke Basecamp Apuy!!

Setelah sampai di Basecamp kami tidak langsung mendaki, karena hari sudah mulai petang, hari kamis, dan cuma kami yang mau mendaki. Ditambah, A Tedi seperti agak melarang kami untuk naik, karena cuaca juga sepertinya kurang bagus, jadi lebih baik kami bermalam dulu di basecamp. Oh ngomong-ngomong, A Tedi ini adalah pemilik mobil bak yang mengantarkan kami, dan tempat kami beristirahat ini adalah warung milik orang tua dari A Tedi, namanya warung Ibu Ijoh. Nah kalo kalian kebingungan pas sampe Terminal Maja, silahkan hubungi A Tedi di 082240273666, orangnya sangat bersahabat dan baik.

Untuk bisa mendaki Gunung Ciremai ini, kalian harus membayar 50.000 yang sudah termasuk satu kali makan dan sertifikat. Jadi menurut kalian mahal atau murah? sertifikatnya bisa buat ngelamar kerja gak yaa? hahaha

Jum’at pagi kami memulai perjalanan menuju puncak Gunung Ciremai. Pukul 9 kalo gue gak salah inget. So, jadi mari kita kupas tuntas setiap pos ke pos nya.

Basecamp Apuy 1.204 MDPL – Pos 1 Berod 1.500 MDPL (Estimasi 95 menit)

Disini kami masih melalui jalur beraspal, menanjak tapi tidak terlalu curam, yaaa walaupun cukup melelahkan karena masih harus beradaptasi dengan tanjakan-tanjakan. 30 menit awal jalan masih tertutup dengan pohon-pohon pinus, lalu bertemu persimpangan yang sebelah kanannya adalah jalur evakuasi, dan kami memilih ke kiri, karena jalur evakuasi sedikit berputar walau tidak terlalu jauh. Setelah persimpangan jalur evakuasi, kami melewati jalur beraspal yang cukup lebar dan panjang, sampai akhirnya sampai di Pos 1 Berod lebih cepat dari estimasi 95 menit. 75 menit yang kami butuhkan untuk sampai ke Pos 1.

Pendopo Pos Berod benar-benar PW banget buat istirahat menikmati suasana setelah satu jam lebih berjalan. 

Foto-foto disini diambil dari lensa kamera Adhot, dan sebagian lainnya diambil dari drone.

Pos I Berod 1.500 – Pos II Blok Arban / Tegal Pasang 1.915 MDPL (Estimasi 60 menit)

Menuju Pos 2, barulah kami memasuki hutan khas pegunungan. Jalur mulai lebih menanjak, tapi begitu sejuk dan teduh. Tanjakannya lebih terjal dibanding tanjakan dari basecamp ke Pos Berod, tapi lebih enak dipijak karena sudah gak ada aspal lagi. Beberapa kali kami duduk-duduk sebentar di jalur. Ini asiknya mendaki sebelum weekend, jalur sepi euy, gak harus berbagi jalan sama pendaki lain, jadi bisa duduk dimana aja hehehe. Dan setelah 40 menit mendaki, kami sampai di Pos 2 Arban atau tegal Pasang. Lebih cepat dari estimasi satu jam.

Pos II Arban / Tegal Pasang 1.915 – Pos III Tegal Masawa 2.400 (Estimasi 75 menit)

Yakkkk! Dan tanjakan pun semakin aduhai, mulai berasa nih capeknya hahaha. Sampe ditengah-tengah jalur kita bertiga sempat ketiduran sekitar 15 menit, iya gak ada yang foto, kan tiga-tiganya tidur hahaha.Kek gini lah kurang lebih tanjakannya. Batang-batang ini cukup memanjakan pijakan yaa hehe

Dan setelah 60 menit berjalan, yaa lagi-lagi lebih cepat dari estimasi 75 menit, kami sampai di pos III Tegal Masawa.

Posnya cukup lebar, tapi konturnya tidak rata, karena menanjak dan banyak akar, istirahat disini sangat direkomendasikan karena sejuknya tuh, SEJUK BANGET!! hahaha

Pos III Tegal Masawa 2.400 – Pos IV Tegal Jamuju 2.600 (Estimasi 60 menit)

Yuhuuuuu track makin sadeeessssss, mangat gengs, beberapa titik kami harus dibantu oleh tali-temali yang sudah tersedia, walau berat, harus tetap semangat yak! Bentar lagi kok, dua pos lagi kita mendirikan tenda.

Kami sampai lebih cepat dari estimasi, kurang lebih setengah jam. Kami sempat berhenti sejenak untuk makan siang di pos ini, sebelum akhirnya kembali berjalan ke Pos 5, karena langit mulai mendung, akhir-akhir ini menjelang sore hari, Ciremai selalu diguyur hujan, maka dari itu kami memutuskan untuk terus berjalan supaya gak kehujanan.

Pos IV Tegal Jamuju 2.600 – Pos V Sanghiang Rangkah 2.800 (Estimasi 90 menit)

Jalurnya dua kali lebih berat, sangat licin dan terjal. Beberapa titiknya sampai harus menggunakan bantuan tali yang sudah tersedia. Setelah tanjakan-tanjakan terjal, kami sampai dibeberapa titik pos bayangan, cukup luas dan lapang, mungkin kalo hari libur dan hari-hari besar, biasa digunakan oleh pendaki yang kehabisan area camp di pos 5.

Dan akhirnya kami sampai di pos 5.

Keadaannya cukup lapang sebenarnya, tapi rasanya-rasanya hanya bisa menampung 30-50 tenda. Menurut informasi di Basecamp, disini adalah batas tempat camp terakhir. Sangat tidak disarankan untuk mendirkan camp di Pos Goa walet, karena disana sangat terbuka dan angin sangat kencang, dan apalagi didepan persis goa walet. Sangat tidak diperbolehkan.

Kurang lebih perjalanan dari Basecamp sampe pos 5 ini menghabiskan waktu 4.5 jam. Lumayan cepat lah yaaa. Gak tau deh kalo lewat Palutungan atau Linggarjati, kita baru sampai dimana… Yaudah sekarang kita istirahat dan siap-siap tidur yuk, besok lanjut jalan lagi kepuncak hehehe

Pos V Sanghiang Rangkah 2.800 – Pos VI Goa Walet 2.950 (Estimasi 2 jam)

Esok paginya kami melanjutkan perjalanan untuk mencapai Puncak Tertinggi Jawa Barat. Kami memulai perjalanan sekitar pukul 6 pagi. Track menuju pos Goa Walet ini sangat terbuka, tidak ada lagi pepohonan besar, yang ada hanya tumbuhan ilalang dan sedikit pohon edelweis. Tanjakan-tanjakan terjal dan sempit yang menjadi sajian kami pagi ini.

Jalurnya jauh lebih berat dibanding jalur dibawah lainnya. Dan setelah sekitar satu jam lebih kami akhirnya sampai di persimpangan antara jalur Apuy dan jalur Palutungan. Ini dia persimpangannya, jika kalian turun kekiri jalur, kalian akan melewati jalur Palutungan, dan jika kekanan kalian akan melewati jalur Apuy.

Tak jauh dari persimpangan ini, disebelah kanan kalian akan melihat goa walet dibawah.

Inget yaaa guysssss, gak boleh ngecamp didepan goa walet, harus sama-sama kita jaga supaya tidak mengganggu sang tuan rumah. Setelah 2 jam berjalan akhirnya kita sampai di pos 6.

Pos VI Goa Walet 2.950 – Puncak Ciremai 3.078 (Estimasi 30 menit)

Tanpa beristirahat kami melanjutkan perjalana ke puncak Gunung Ciremai. Jalurnya masih terus menanjak. Sabaarrr deeeee… sabaarrrrrr… 30 menit lagi dan kita akan sampai kok!

Jalurnya adalah batu-batu sangat keras yang menempel pada badan jalur. Ini bukan di semen yaaa, tapi alami. Yaaa, kadang harus sampai merangkak huhu. Gak apa-apa, sebentar lagi perjuangan akan membuahkan hasil yang indah, Pasti! Cuacanya cerah banget gini kok! Dan akhirnya….. Setelah 30 menit terus mendaki dengan semangat ekstra, kami sampai juga di Puncak Gunung Ciremai!!!!!!!!

Tau gak kita dapat bonus apa? Udah cuacanya cerah banget, terus di atas sini cuma ada gue dan Adhot dong!!! Serius gak ada orang satupun! Padahal ini hari sabtu loh! Ahh gila ini bonus banget!! Cuaca cerah banget gens! keliatan semua dari atas. Lautan awan, puncak-puncak gunung di Jawa Barat, sampai puncak Gunung Slamet di Jawa tengah. Kapan lagi bisa foto di spot ini sepuasnya tanpa ngantri? haha. Asik banget lah pokoknya.

Begitulah keseruan kami dari Gunung Ciremai. Kita happy banget mendaki Gunung ini. Gak ada hambatan, dikasih cuaca bagus, sepi, ditambah jalurnya gak terlalu berat, mmm kalo lewat Apuy yaa hehe.

Oh iya turun memang gak akan pernah selama naiknya, turun dari Gunung Ciremai kita cuma menghabiskan waktu 3 jam setengah. Cepetkan? iyaa karena ada sedikit sentuhan lari-larian, soalnya kemarin sempat gerimis, jadi kita buru-buru deh hehehe. Pokoknya yang peting safety first lah yaaa 🙂

Okeeeeee, kurang lebih itu yang bisa gue sharing yaaa, semoga ini bisa jadi acuan buat kalian yang baru mau mendaki Gunung Ciremai. Semoga gue memberikan informasi yang secerah-cerahnya. Dan semoga kalian juga menikmati perjalanan kalian ke Gunung ini. Kunci pertamanya adalah jangan takabur, jangan meremahkan atau menganggap enteng setiap pendakian. Kita hanya tamu, tidak tau bagaimana tuan rumah akan menyambut kita, jadi, bersikaplah sepantasnya hehe. Oh dan satu yang gak kalah penting, tolong diingat masalah sampah yaaa, gunung ini lumayan bersih, jadi tolong dijaga sama-sama, sama tolong lah itu yang hobi corat-coret, lakuin itunya dirumah kalian sendiri aja yaaaaa. Sedih gunung ini banyak banget corat-coretannya :(((

Dan akhir kalimat, rasanya tidak ada yang lebih pantas selain mengucapkan terimakasih yang sebesar-besar sudah membaca tulisan yang tidak seberapa ini. Apresiasi kalian adalah semangat yang membuat gue untuk terus menulis dan berbagi informasi, yaa walaupun kadang jenuh dan kehabisan ide buat nulis, tapi karena kalian mau baca, gak ada alasan buat gue untuk gak berbagi pengalaman ini. Sekali lagi, terima kasih banyak.

Jangan lupa yaa follow instagram gue untuk tau kegiatan dan foto-foto perjalanan gue, simple, tinggal klik gambar instagram dibawah ini 😀

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

23 Comments

  1. November 24, 2017
    Reply

    aaaak gue pengen kesini

  2. Maya
    January 1, 2018
    Reply

    wah asik banget nanjak bulan segitu tapi dapet cuaca cerah. Ada rencana ke sana lagi tahun ini?

  3. hasan
    January 13, 2018
    Reply

    informatif banget thx u mas Ode

  4. […] Beberapa minggu setelah perjalanan Sumatera Barat, gue langsung dapat project lagi, kali ini dari Traveloka untuk review fitur baru di aplikasi booking tiket kereta mereka. Ditemenin sama sobat pendaki gue dari satu komunitas yang sama sejak dua tahun lalu di Mountainigers, Resta Adhi alias Adhot namanya. Short escape yang lumayan lah, sayangnya waktu itu ladang persawahan di Majalengka baru selesai panen, jadi gak hijau seperti foto-foto keren di Instagram. Oh kalo mau baca cerita Ciremai bisa klik disini. […]

  5. January 24, 2018
    Reply

    17 Februari 2018 ada acara naik lagi Ciremai gak? Yuk cari barengan nih…

    Oya, wa saya 085846006694

  6. February 1, 2018
    Reply

    Waks! Cepet juga turunnya cuma sekitar 3 jam yak.. Seru ceritanya! Blog yang saya baca sebelum ini malah nyaranin ngecamp di goa walet bahahaha..

  7. Ida Farida Suryani
    March 29, 2018
    Reply

    Inspiratif sekali tulisannya. Jadi ga sabar ingin segera ke sana…🙏👍❤

  8. Iwan
    April 11, 2018
    Reply

    Tulisannya keren gan!!
    Rencana kalo jadi akhir bulan ini mau kesana.
    Edisi perdana kalo jadi naik gunung nih 😀

    Soal Goa Wallet.
    Blog lain ada yang nyaranin ngecamp disana, mana yang bener jadinya nih.!??
    Hahaaa..

    Makasih banyak infonya gan.. Sukses!

  9. Kipli stc
    April 27, 2018
    Reply

    Waktu tahun 2015 pertama kali naik gunung le ciremai dan melewati pos linggasana atau linggarjati, emang berat tapi alhamdulillah karena niat dan berfikir positif sampai puncak ciremai dengan ditemani badai hahaha

  10. Mbah
    May 10, 2018
    Reply

    Foto di puncak nya kok mlh gada ya?

  11. Maryamar
    June 4, 2018
    Reply

    Untuk sampe ke terminal Maja dari Lebak Bulus atau dari Kp. Rambutan naik bus apa ya? dan kalo start berangkatnya malem masih ada engga ya busnya?

    • June 4, 2018
      Reply

      Nah itu yang saya kurang tau juga kak, soalnya saya waktu itu pake kereta sampai Cirebon, tapi jangan dicoba, karena jauh dari Cirebon hehe, saran saya, datang saja ke terminal, disana pasti ada jawaban dan bis nya.

  12. June 4, 2018
    Reply

    mas mai tanya, kalo dari terminal maja selain mobil bak ada kendaraan alternatif lain gk lebih murah wkwkwk

    • June 4, 2018
      Reply

      Sejauh ini yang saya tau, mobil bak itu udah yang paling aman mas, hubungin saja Nomer yang saya tulis di tulisan ini, inshallah di kasih harga murah, bilang saja teman ode gitu hehe

  13. June 4, 2018
    Reply

    mas mau tanya, kalo dari terminal maja selain mobil bak ada kendaraan alternatif lain gak buat ke basecamp apuy, biar lebih irit
    hehehehe

  14. Herman
    June 19, 2018
    Reply

    Terima kasih ya info nya sangat berguna bagi pendaki

  15. bari
    June 22, 2018
    Reply

    terima kasih infonya…
    sangat bermanfaat..

  16. Pasha anisa
    June 26, 2018
    Reply

    Terimakasih untuk infonya, saya baru pertama kali baca blog pendaki kaya gini, dan lngsng tertarik banget, tulisannya ngehibur dan bermanfaat kak

  17. Ahlan yutiar
    July 19, 2018
    Reply

    Mas kalo naik motor dr bekasi ke basecamp lumayan ga ya hehe

  18. Impiani
    July 23, 2018
    Reply

    Mencerahkaaaaaaan! Thanks a l lot, buddy!

  19. moek
    July 29, 2018
    Reply

    bang di ceiremai via apuy ini ada sumber air ga di pos berapa gitu?

    • July 29, 2018
      Reply

      Dari Apuy gak ada kak, harus bawa cukup dari basecamp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *