Festival Erau Kesultanan Kutai Kartanegara dan cerita Magis dibaliknya

Kunjungan gue Ke Kalimantan Timur khususnya Ke Kota Kabupaten Kutai Kartanegara kali ini sungguh berkesan. Dimana, Kunjungan kali ini bertepatan dengan Pesta Adat atau Festival Erau yang di perkenalkan dengan nama Erau International Folk Art Festival atau disingkat EIFAF. Festival Erau tahun ini berlangsung dari tanggal 22 hinggal 30 Juli 2017, padahal ditahun sebelumnya EIFAF diselenggarakan pada bulan Agustus, wah beruntungnya gue bisa menyaksikan secara langsung festival yang sangat meriah ini. Kenapa gue bilang festival ini sangat meriah, Jawabannya adalah karena di Pesta Adat ini, disuguhkan beraneka ragam seni dan budaya daerah, gak cuma daerah loh, bahkan mancanegara!! Meriah kan! Yang lebih keren dari Festival ini adalah sinergi antara Pemerintah daerah (dalam hal ini Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara) dan Penguasa Adat yaitu Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Keren banget kolaborasi ini! 

Ibarat pribahasa ‘sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui’, ternyata ditengah-tengah menikmati Pulau Kumala sore itu (baca cerita tentang Pulau Kumala disini), di Pulau ini juga sedang berlangsung salah satu rangkaian acara EIFAF, yaitu International Street Performance, dan ketika gue sampe disana ada beberapa penari dari negara lain salah satunya para penari dari Polandia yang baru saja selesai tampil, wuiihhhhh, festival adat kelas internasional nih! kereeennnnnnn!Ini dia penari dari delegasi Polandia, senyum dulu yuk ☺️ Foto dari kak Donat alias kak Friska hehe

Menjelang petang kami diinformasikan kalau malam ini akan dilangsungkan Upacara Adat Bepelas malam kedua di Keraton Kutai Kartanegara (Museum Mulawarman). Bepelas sendiri adalah sebuah prosesi atau ritual sakral yang wajib dilaksanakan dan dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara yang disaksikan para kerabat Kesultanan, para undangan seperti forum koordinasi pemerintah daerah serta delegasi luar negeri yang masing-masing bergantian mengikuti ritual Bepelas setiap harinya selama Festival Erau. Tidak ada alasan bagi kami semua, travel blogger, untuk tidak menghadiri upacara tersebut, ‘mumpung lagi disini dan pas banget sama festival tahunan ini, apalagi bisa lihat langsung Sultan Kukar’ ungkap kami semua. 
Petang sedikit demi sedikit mulai beranjak ketika kami sampai di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Keraton masih sangat sepi karena memang upacara baru akan dimulai pukul 8 malam. Sambil menunggu, kami sempat berkeliling ditaman depan Keraton, dan saya sempat menghampiri sebuah patung yang cukup unik dan sangat berkilau dibawah langit senja Tenggarong sore itu, warnanya yang keemasan ini pasti sangat mencolok bagi siapapun yang melihatnya. Ini apa sih? Berbelalai tapi bukan Gajah, Bertaring tapi bukan Harimau, Bertaji tapi juga bukan Ayam. Terus ini satwa jenis apa coba????

‘Itu namanya Lembuswana, dek’ kata seorang ibu yang kebetulan sedang duduk-duduk bersama anaknya di taman yang sama. ‘Wah apa tuh bu Lembuswana?’ tanya gue heran. ‘Lembuswana ini adalah Satwa Mitologinya Kerajaan Kutai dek, katanya sih Lembuswana ini tunggangannya Raja Mulawarman, Konon, Lembuswana masih hidup dan bersemayam di palung sungai Mahakam’ … Duh kok agak serem yaaa??? Jangan-jangan kalo gue meleng sedikit, ini ibu-ibu ilang hiiiiihhhh. Nggak kok, ini ibu-ibu beneran, orang dia lagi piknik sama anak-anaknya hahaha. Jadi Lembuswana ini adalah simbol dari Kerajaan Kutai Kartanegara guysssss, selain itu juga menjadi simbol dari keperkasaan dan kedaulatan seorang penguasa. Keren abissss!!!

Ini dia si Lembuswana, katanya, unsur belalai Lembuswana ini menandakan bahwa satwa ini juga perlambangan dari sosok Ganesha, Dewa Kecerdasan. Foto keren ini adalah hasil jepretan bang Nicko 🙌🏻

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu dateng juga. Ditandai dengan iring-iringan Gamelan yang terus mengalun, Ritual Sakral Bepelas akan segera berlangsung. Gue sih gak tau detail banget, prosesi-prosesi apa saja yang akan berlangsung selama Bepelas ini, tapi ada satu yang unik, dimana salah satu Delegasi penari dari luar negeri harus mengikuti gerakan penari dari Kesultanan Kutai, gue senang banget liat bagian yang satu ini, dimana orang luar diharuskan untuk mengetahui atau mempelajari tarian adat daerah, sebuah tamparan bagi anak negeri yang tidak mau melestarikan warisan budayanya.
Ini dia potret delegasi penari luar negeri yang ikut mempelajari gerakan tarian khas Kesultanan Kutai Kartanegara. Salut bos!

Setelah beberapa prosesi berlangsung, Sultan Kutai Kartanegara dijemput untuk memulai pelaksanaan ritual Bepelas. Suara gong besar dibunyikan, kemudian Sultan berjalan menuju Tiang Ayu (simbol dari kebenaran, yang dipercaya memiliki kekuatan magis dan memancarkan kekuatan spiritual), sembari kedua tangannya menggengam kain-kain yang terikat pada Tiang Ayu. Ketika sudah berdiri tepat didepan Tiang Ayu, kaki kanan Sultan seperti meraba-raba pada sebuah mangkok emas yang terlihat seperti gong, dan ketika Sultan sedikit menekan kakinya pada gong tersebut, terdengar suara ledakan super dasyat dan seluruh ruangan bergetar. Gue? Udah jelas kaget luar biasa! Untung gue gak latahan, ini aja kamera udah hampir lepas dari tangan hahahaha. Ternyata bunyi itu muncul dari meriam yang berada di dermaga tepat di depan Keraton, padahal lumayan jauh loh, tapi kedengeran kencang banget dan sampe bergetar gini ruangannya, bener-bener magis! Dan ternyata gak cuma satu kali, Sultan kembali menginjak Gong tersebut dan kembali terdengar suara ledakan diiringi dengan gue yang kembali kaget karena belum siap hahahaha. Ternyata jumlah ledakan ini (dua kali) menandakan bahwa festival Erau sudah memasuki malam kedua, dan bunyinya akan terus menyesuaikan, kalo malam ketiga yaa berarti tiga kali, dan seterusnya sampai selesai.

Sultan yang bersiap menginjak gong yang hampir bikin jantung gue copot karena gak siap hahaha oh btw gong yang di injek itu namanya Gong Raden Galuh. (hasil browsing) hehee

Setelah bikin kaget, Sultan langsung pergi gitu aja tanpa tanggung jawab, doi keluar cuma buat bikin kaget doang, abis itu Sultan langsung pergi lagi kedalam Keraton huhu. Tapi ini keren sih! Budaya kita emang kaya banget! Setiap daerah punya cara dan tradisi yang beda-beda! SUMPAH KAYA BANGET NEGERI INI! Gue beruntung banget bisa ngeliat Upacara Ritual ini. Makin banyak cerita hidup gue, dan tentunya makin nambah wawasan dan makin berwarna hidup ini. Sekali lagi, terimakasih Tuhan sudah melahirkan aku di negeri yang sangat kaya ini! Dan terimakasih juga untuk Pesona Indonesia dan Kementrian Pariwisata yang sudah mengundangku untuk menyaksikan ini semua, aku sungguh terharu huhuhuhu

ehhhh! belum selesai, perjalan di Kalimantan Timur khususnya di Kutai Kartanegara belum selesai sampai disini, masih ada tempat lain yang akan gue tulis setelah ini, jadi ditungguin yaaa, semoga aja bermanfaat buat kamu hehehe

Nih buat penutup, cewek-cewek bule aja antusias dan serius banget ngikutin prosesi upacara adat Bepelas ini, masa kamu gak mau sih sekedar menyaksikan, yuk apresiasi budaya bangsa sendiri! 😁😉

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

4 Comments

  1. August 7, 2017
    Reply

    gue kaget banget pas bunyi meriamnya, untung gak latah jorok. hahaha…

  2. August 10, 2017
    Reply

    Syukur bisa masuk kedalam kan, jadi ga kedengeran meriamnya dari dekat pas diluar

  3. October 13, 2017
    Reply

    I have noticed that your blog needs some fresh posts.
    Writing manually takes a lot of time, but there
    is tool for this time consuming task, search for: Wrastain’s tools for content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *