Traveling itu mahal, Yuk Backpackeran. Tapi, Lo harus tau istilah dan cara ini!  (Berdasarkan pengalaman pribadi)

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Traveling adalah hobi yang paling mahal. Kenapa gue berani bilang ini paling mahal?

Satu: traveler itu gak pernah puas sama satu destinasi, karena setiap destinasi punya sisi indah masing-masing. Puncak Gunung yang satu pemandangannya tidak akan sama persis dengan puncak gunung yang lain. Pantai yang satu nuansanya pasti beda dengan pantai yang lain, dan seterusnya. Atau bahkan ada satu destinasi yang begitu melekat di diri seorang traveler sehingga membuat ia selalu balik lagi dan lagi. Hal ini lah yang menjadi stimulus awal orang-orang akhirnya menghamburkan uangnya untuk melancong. Ini juga terjadi sama gue, seorang wanderlust yang selalu terdorong untuk terus menjelajah.

Dua: akomodasi di sebuah lokasi wisata biasanya mengharuskan para traveler mengeluarkan budget ekstra, kenapa? yaa karena objek wisata tsb biasanya berada di pelosok sebuah daerah yang jauh dari pusat kota. Setelah membeli tiket pesawat/kereta/bus, kalian juga harus menyiapkan uang lebih untuk membayar angkutan/mobil carter/ojek untuk sampai di lokasi wisata.

Tiga: Traveling utilities, maksudnya adalah perlengkapan substansial untuk berkegiatan traveling. Sebut saja seorang pendaki gunung, tentu saja mereka membutuhkan peralatan-peralatan mendaki, yang tentu saja tidaklah murah. Ada Carrier (tas untuk mendaki) yang paling tidak diisi oleh sleeping bag, matras, logistik, Tenda, headlamp, Ponco, dll. Belum lagi apparel dari Jaket, Sepatu dsb. coba dihitung, kira-kira habis berapa banyak untuk keperluan ini he he he

Empat: Penginapan, untuk seorang yang suka kegiatan susur pulau / overland, mengharuskan mereka punya budget lebih untuk biaya penginapan.

Lima: Gear Photography, Sudah barang tentu tidak ada satupun traveler sejati yang mau begitu saja melewatkan momen-momen mereka ketika traveling untuk kemudian dibekukan kedalam sebuah foto atau video. Oleh karena itu, seorang traveler tidak akan meninggalkan hal yang satu ini.

Masih banyak hal-hal lain yang menyebabkan traveling adalah sebuah hobi yang mahal, tapi rasa-rasanya lima hal ini saja sudah sangat menggambarkan hehe (Jika ada tambahan mungkin akan gue edit artikel ini 😅)
Lalu, Bagaimana mensiasati hal ini? Yuk jadi seorang Backpacker. Tapi sebelum memulai jadi seorang Backpacker kamu harus tau dulu apa itu istilah dari Backpacker. Jangan sampai salah sebut yaaa!

1. Backpacker itu adalah kita, orang yang melakukan kegiatan. Sementara caranya disebut dengan;

2. Backpacking, yaitu metode traveling dengan cara menekan budget seminim mungkin.

Ada istilah yang hampir serupa, tapi kita harus bisa membedakannya, istilah ketiga adalah Flashpacker.
3. Flashpacker juga adalah sebutan untuk seorang yang melakukan kegiatan traveling, bedanya, jika backpacker dikenal dengan cara mereka untuk meminimalisir budget, maka Flaspacker adalah tipe traveler yang memposisikan diri mereka di antara backpacker dan turis. Jadi, dapat disimpulkan bahwa seorang flashpacker ini memiliki budget yang mencukupi walaupun tidak sebesar budget seorang turis.

4. Glamping, Glamping ini hampir sama dengan Backpacking, tapi bukan caranya yang sama, melainkan pengertiannya. Glamping ini adalah metode atau cara yang biasa di lakukan oleh seorang Flashpacker. Tetap cenderung mencari yang murah tapi sedikit lebih mahal dari budget seorang Backpacker. Jadi, Flashpacker adalah orangnya, Glamping ini adalah metode atau cara perjalanannya.

5. Hitchhiking. Ada diantara kalian yang pernah dengar istilah ini? Ini adalah salah satu metode yang paling gue suka ketika sedang berkegiatan sebagai seorang Backpacker. Pernah dengar atau berteriak ‘Bang BM bang!’ dipinggir jalan untuk menumpang menaikin mobil bak terbuka waktu kecil dulu? yaa selamat! masa kecil lo bahagia hahaha. Nah cara ini hampir serupa, bedanya, kalo dulu cuma iseng, sekarang lebih berfaedah. Cara ini sering gue lakukan, misalnya waktu gue turun dari gunung Merbabu tapi situasi dompet sudah rawan, akhrinya gue menumpang beberapa mobil bak terbuka sampai Solo, wah jauh juga kan! lumayan juga kalo buat bayar bus hahaha. Atau belum lama ini gue juga pernah melakukan metode hitchhiking ketika sulit sekali menemukan kendaraan umum sepanjang perjalanan pulang dari Kaki gunung Kerinci ke pusat kota Jambi. Waktu itu sampai harus turun naik tumpangan karena rute perjalanan yang berbeda, tapi ini seru, berkenalan dan bersilaturahmi dengan orang baru pemilik kendaraan. FYI; beberapa destinasi wisata khususnya gunung-gunung yang berada didaerah, umumnya belum memiliki moda transportasi umum yang memadai (contohnya mendaki Kerinci melalui kota Bangko, tidak ada angkutan umum kecuali kalian menyewa travel) Jadi harus siap untuk mengaplikasikan metode yang satu ini, dan ini sangat berguna!Foto dari Ashari Yudha yang lebih dikenal dengan Catatan Backpacker.Beginilah rasanya. enak loohhhh hahahaha

6. Hostel. Mungkin banyak yang sudah pernah mendengar istilah yang satu ini. Tapi ini beda loh sama Hotel. Dan istilah ini sudah sangat umum di dunia traveling terlebih dikalangan Backpacker. Lalu apa yang membedakan? tentu saja harganya. Tapi harus siap dengan konsep Dormitory Room (ada 4-10 tempat tidur dalam satu ruangan), kebanyakan hostel menggunakan konsep ini, walau sebagian ada juga yang menyediakan private room. Fasilitas seperti kamar mandi, dan dapur biasanya digunakan bersama-sama, Ini sangat bagus untuk seorang backpacker ketika mencari informasi atau saling berbagi cerita dan interaksi sesama pengunjung hostel. Kalo lo adalah seorang Globehopper (traveler yang melakukan perjalanan keliling dunia) lo harus paham juga sama istilah-istilah yang ada di berbagai negara. Misalnya, didaerah mediterania, seperti Turki dan Yunani, Backpacker biasa menyebut hostel dengan sebutan Pension. Ada juga istilah Bunk Bed yang umum ditemukan di negara-negera disebelah utara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Laos dan Kamboja. Kalo lo cuma seorang Flocation (Traveler lokal) yaaa sebut Hostel udah mana kok.

7. Low-cost Airlines. Bagi kalian yang sering terkendala dengan mahalnya harga tiket pesawat, mulai kenali lah istilah ini. Biasanya, maskapai jenis ini akan memberikan tarif lebih murah. Tapi rajin-rajin lah cari informasi mengenai harga di maskapai tersebut. Sebagai Contoh, gue pernah dapat harga 450 ribu saja untuk tiket pulang pergi Jakarta-Bali. Murah banget kan?! Tapi yaa harus beli dari jauh-jauh hari. Nah, contoh-contoh Low-cost Airlines tuh kaya AirAsia, dan Lion Air, untuk maskapai luar ada juga Jetstar, Cebu Pacific atau Tiger Airways.

8. Couchsurfing. Kalo Backpacker sejati pasti tau sama istilah yang satu ini. Couchsurfing adalah sebuah portal jaringan pertemanan yang penggunanya sebagian besar adalah Globehopper. Banyak yang mengikuti platform ini untuk menghemat biaya perjalanan (penginapan) dan sekaligus mencari teman. Tapi, konsep ini bisa sangat disederhanakan, dan gue sudah menerapkannya dalam setiap perjalanan. Caranya sangat sederhana, yaitu, manfaatkan sosial media yang kita punya! let say, Instagram. Yaaa, sosial media yang satu ini memang sedang sangat digandrungi oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia. Bahkan Indonesia sampai ke pelosok-pelosok daerahnya. Manfaatkan! bertemanlah dengan teman-teman di daerah, siapa tau suatu saat kalian bisa berkunjung ketempat mereka dan bisa sekedar menumpang atau bahkan bonusnya ditemani berkeliling di daerah mereka. Cara ini adalah cara yang paling gue suka, bahkan sebisa mungkin gue menghindari tidur di hotel/hostel, kenapa? bukan masalah pelit! tapi kita bisa punya keluarga baru. Itu yang gue lakukan ketika berkunjung selama 13 hari di Pulau Lombok, gue menginap disebuah rumah keluarga kecil yang sangat bahagia, rumah dari Puti Sika, teman yang gue kenal dari Instagram yang sekarang sudah seperti adik kandung gue sendiri dan Ayah Ibu nya sudah seperti orang tua angkat gue. Dan banyak contoh lainnya, yang terlalu panjang jika harus dituliskan disini. Yang terpenting adalah timbal balik, jika ada teman yang berkunjung ke kota mu, kamu harus jadi tuan rumah yang baik juga hehe. Ternyata Backpacking bisa sebermanfaat dan sebaik itu jika kita bisa menyikapinya juga dengan baik. Berfoto dengan keluarga Puti Sika, Kopang, Lombok Tengah, 2016. AKU RINDU KALIAN SEMUA!!! 

Jadi, sudah siapkah kamu untuk menjadi seorang backpacker? ingat! traveling itu hobby yang paling mahal 😂

Oh iya, jika ada tambahan mengenai istilah dan konsep backpacking ala kamu, jangan ragu untuk comment yaa, siapa tau bisa aku tambahin ke list diatas 😁

Terimakasih sudah membaca.

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

5 Comments

  1. July 2, 2017
    Reply

    Aku udah membaca tulisan mu,, sangat bermanfaat dan istilahnya ternyata banyak yah,, baru tahu,, tapi aku gak menelanjangimu yah..

  2. July 2, 2017
    Reply

    Ahhh menarik!! 👍🏻👍🏻 Semoga banyak dibaca sama para ‘traveler’ jadi ga cuma jalan-jalan terus foto-foto tapi ada ilmunya juga ❤️

  3. Indah Wijayanti
    July 2, 2017
    Reply

    sangat menarik. nice bgt!
    buat pembelajaran di masa sekarang dan selanjutnya. 😀

  4. July 14, 2017
    Reply

    Menarik nih, ternyata traveling nggak cuma sekedar “cus=berangkat!” tapi ada ilmunya :3

  5. hasan
    January 13, 2018
    Reply

    banyak ilmu dan istilah baru ni mas Ode keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *