Kerinci, Perjalanan Panjang, Menembus Angan. (Part 1, memulai perjalanan darat dari selatan Sumatera)

Perjalanan panjang di Lampung selesai, setelah beberapa hari berkeliling mengitari Lampung yang luar biasa ini, rasanya pulang kerumah adalah pilihan yang kurang tepat, dan semesta selalu mendukung. Anto, salah satu teman yang menemani selama berkeliling Lampung mengajak untuk mendaki Kerinci selama 5 hari kedepan. Gue, yang dari jaman kapan memang mendambakan untuk mendaki gunung ini, tanpa pikir panjangpun segera mengiyakan. mumpung lagi di Sumatra! pikir gue. Untungnya barang bawaan gue emang juga udah lengkap untuk dibawa mendaki, lagi lagi, insting seorang traveler mungkin hahaha. Tapi ternyata, meskipun sudah di Pulau Sumatera, perjalan dari Lampung ke Kerinci tak semudah gue yang memutuskan untuk mengiyakan ajakan Anto. Kita masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 19 jam untuk sampai di kota transit sebelum menuju kaki gunung Kerinci, itu baru kota transit loh, belum sampai kaki gunungnya hahaha ternyata jauh yaaa, mungkin itu sebabnya kenapa orang-orang kebanyakan memilih memulai perjalanan dari Padang, tapi, naik pesawat, ongkos lumayan broooo, gak cocok buat backpackere kaya gue hahaha. Menurut info pun, untuk sampai ke kaki gunung Kerinci (Kayu Aro) dari Bandara Minangkabau, masih harus menempuh 8 jam lagi perjalana darat, wah sama juga yaa jauhnya, yaa tapi masih jauh perjalanan darat dari Lampung sih hahaha. Oke dari pada bertele-tele, yuk disimak, mungkin ada juga dari kalian yang pengen menempuh jalur darat yang startnya dari Bandar Lampung dan sekitarnya.

Singkat cerita, formasi pendakian kali ini berisi 3 orang, ada gue, Anto, dan si Gagal Ganteng alias Abi alias Sugabiba. Sore hari sebelum keberangkatan kami melakukan briefing sejenak merundingkan perjalanan. Setelah itu kami mengunjungi sebuah loket Bus didaerah Raja Basa, kami menaiki bus ALS (antar lintas sumatra) Wah! akhirnya gue bisa merasakan sensasi menaiki bus lintas Sumatera yang selalu jadi momok! hahaha, harga tiket dari Bandar Lampung sampai Bangko (Kota transit sebelum menuju Kayo Aro) 250.000, lumayan juga yaa, tapi yaa masih lebih murah ketimbang naik pesawat. Rata-rata penumpang bertujuan ke Sumatra Utara, karena memang tujuan bus ALS ini ke Sumatra Utara, bayangkan, sampai di Jambi aja 19 jam, sampai Sumut berapa hari yaa? dan FYI, bus ALS ini memulai perjalanan dari Surabaya ckckckjangan berharap bisa dapat duduk dengan nyaman, karena nomer bangku untuk penumpangpun gak ada hehe tapi gak boleh ngeluh, namanya juga backpackere hehe

Akhirnya jam 11 malam kami berangkat dari Lampung, kami melintas melalui jalur Tengah, melintasi Kota Baru di utara provinsi Lampung, masuk ke provinsi Sumatra Selatan melewati Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Lingaukami sempat beristirahat terlebih dahulu disekitar kota Lubuk Lingau, sarapan pagi menjadi pilihan yang tepat. 

Lalu masuklah kita ke Provinsi Jambi dan sampai di Kota Bangko tepat pada pukul 7 malam. Kota bangko adalah kota transit jika kalian memulai perjalanan Ke Kerinci melalui jalur tengah dari selatan Sumatera. Dari sini kalian masih harus menyewa mobil travel, karena tidak ada angkutan umum yang khusus mengantarkan kita ke Kaki Gunung Kerinci. Travel dari Bangko inipun hanya mengantar sampai Sungai Penuh, yang jaraknya masih sekitar dua jam lagi untuk sampai ke Kayu Aro. 

loket Family Raya Kota Bangko, tempat kami mencarter travel untuk mengantarkan ke basecamp Kayo Aro.

Hari itu, tampaknya hanya kami bertiga yang akan melakukan perjalanan ke Kayu Aro, waduh bisa bayar lebih mahal nih, hmm, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu sebentar dengan harapan akan ada orang lain yang ikut untuk paling tidak mengurangi beban patungan kita bertiga hahahamenunggu sambil makan, adalah pilihan terbaik. Tapi, yaa itu, disini yaa yang banyak makanan Padang hehe dan akhirnya setelah menunggu, beruntunglah ada dua orang yang ikut bersama dalam travel yang kami carter. Harga yang harus di bayar per orang adalah 90rb rupiah, tapi hanya sampai Sungai Penuh. Karena waktu itu sudah tengah malam, kita meminta pak supir untuk sekalian mengantar kita ke Kayo Aro, jaraknya sekitar 2 sampai 3 jam dari Sungai Penuh. Sebenarnya, jika sampai siang hari, ada angkutan umum yang bisa mengantar ke Kayo Aro dengan harga 15rb rupiah, lantaran sudah jam 1 pagi, yaaa kita memutuskan untuk minta diantar oleh travel tsb dengan biaya tambahan 40rb perorang. Total perjalanan dari Bangko ke Kayo Aro kurang lebih 7 Jam. Perjalan yang cukup panjang~

Akhirnya kami sampai di Tugu Macan Kayu Aro pukul 3 pagi. Sama sekali tidak ada tanda-tanda keramaian di tempat ini, benar-benar sepi, bahkan kami tidak melihat ada tanda-tanda pendaki lain dan basecamp. Sempat kebingungan kemana kita harus pergi, padahal udara cukup dingin dan lelah perjalanan membuat kami mengantuk, singkat cerita kami menemukan nomer seseorang melalui internet, namanya Pak Lihun, beliau memang terbiasa menjadi porter pendakian Gunung Kerinci, akhirnya kami dijemput dan bermalam di rumah Pak Lihun. Rumah Pak Lihun yang begitu hangat, tenang dan Nyaman. Pak Lihun dan keluarga sangat baik, menerima kami dengan sangat ramah, bahkan menyiapkan kami makan pagi, dan mengantarkan kami sampai ke loket pendakian dengan sepeda motornya

pagi itu kami memutuskan untuk memulai pendakian, setelah mendaftar ke basecamp Kayo Aro kami pun sudah siap memulai PendakianPak Lihun dengan sweater biru yang mengantarkan kita mendaftar

Saya dan Abi yang sudah siap masuk ke Pintu Rimba untuk memulai pendakian.
dan setelah ini kami semua melanjutkan perjalanan untuk menapaki Gunung Api Aktif tertinggi se-Asia Tenggara. Semua akan saya tuliskan dengan detail di Part II yaa teman-teman, ditunggu yaaaaa šŸ˜

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

One Comment

  1. December 4, 2017
    Reply

    I have checked your page and i have found some duplicate content, that’s why you don’t rank high in google, but there is a
    tool that can help you to create 100% unique content, search for;
    Boorfe’s tips unlimited content

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *