Hutan Bambu Sumbermujur dengan monyet-monyet ramah yang siap jadi sahabatmu

BELUM SELESAI!! sama sekali belum selesai, Lumajang tidak habis sampai disini. kenapa? karena kita akan menuju sisi lain dari indahnya Kota ini? kok kesan yang ditangkap kayanya indah semua yaa segala sisi dari kota ini, kaya gak abis-abis gitu. LAH? emang iyaaa! nih yaaa, lepas dari pesona Gucialit, tau gak kita mau lanjut kemana? gue belum siap nih nyebutnya, aduhh gimana nihhhhh!!!! tau gak? kita mau ke B-29!!!! KYAAAAAAA! asli gak sih? yaa asli dong! hehe, tapi btw, B-29 itu apa yaaa? pabrik deterjen? wkwkwk aihh maakkk, iya juga sih. Tapi bukan yaaa, B-29 itu adalah nama salah satu spot pandang untuk melihat Kompleks Pegunungan di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tempat tersohor seantero jagat raya. Iya itu, tau kan? namanya lucu yaaa, tapi nanti dulu, kita gak mau bahas B-29 dulu, karena tau kenapa? masih ada spot kece sebelum kita menuju ke B-29. Gila yaa Lumajang, setiap jengkal ada potensi pariwisatanya. Ini ditengah jalan menuju B-29 aja kita masih bisa sempat mampir loh, gak ada kata boring dalam perjalanan!

Jadi, kita akan mampir disebuah tempat yang namanya Hutan Bambu, Mbak Nina ngebet banget nih mau ketempat ini sampe rayu-rayu Mas Sendy terus, hmm gue semakin penasaran, ini hutan bambu tempat apa sih? jangan-jangan tempat pesugihan -____- soalnya gue gak pernah denger ada wisata hutan bambu di Lumajang. Lagian, emang apa yang menarik dari hutan bambu? pasti banyak nyamuk! Apa harus minta wangsit dulu sebelum menuju ke B-29? AHHH! Banyak nanya lu de, yaudah langsung cekidot aja lah! ๐Ÿ˜…

Perjalanan kami mulai pukul 11:22, dimulai dengan rindu yang kurang ikhlas karena berpisah dengan desa Gucialit huhuhu.

Lalu sepanjang perjalanan kita disuguhi panorama alam yang sungguh menawan hati, membuat mata berbinar, seperti melihat sosok gebetan ๐Ÿ˜. Panorama alam pedesaan yang sangat sejuk, sawah yang hijau ditambah ornamen Pak tani dan kerbau, eh yakaliiiii, lu kira Pak Tani sama kerbau itu hiasan ๐Ÿ˜‚. Lalu ada juga sisi hutan pinus dan pohon mahoni yang kadang beberapa titiknya diselimuti kabut. Coba bacanya sambil merem deh, bayangin betapa nyamannya. Eh gimana sih!! masa baca sambil merem! Dari pejalanan ini terlihat Gunung Semeru selalu mengawal perjalanan kami. Lu gagah banget bro!

Oke, jadi Obyek Wisata Hutan Bambu berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Konon katanya, Kawasan hutan bambu ini memiliki luas lahan sekitar 14 hektar, nanti akan kita buktikan apakah seluas itu, pake penggaris, bercanda deng hehe. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Lumajang (gak usah diukur pake penggaris), umumnya ditempuh dengan kendaraan pribadi roda 2 juga bisa roda 4 dan langsung sampai di objeknya. 

Akhirnya kitapun sampai juga di lokasi hutan Bambu, dan disambut oleh beberapa orang, yang salah satunya adalah Pak Safi’i, Kepala Desa Sumbermujur yang sangat bersahabat. Nuansa yang ditawarkan ketika kami baru saja menginjakan kaki di Hutan Bambu adalah kesan yang sangat menyejukan, bagaimana tidak, bahkan matahari yang terik di Lumajang, sama sekali tidak dapat menembus rimbunnya pepohonan bambu disini. Semilir angin yang sesekali bertiup kencang mebuat pepohonan Bambu bergoyang dan menimbulkan suara yang sangat khas dan merdu, ambience alam tidak akan pernah salah. Kesan awal bahwa tempat ini adalah tempat pesugihan yang horor langsung menguap seketika hahahaha kesimpulan macam apa itu deeeeee, belum dateng, langsung bikin kesimpulan aneehhh, langsung senang gini gue pas sampe sini, sejuk parah broooooo!!! Dan gue dikagetkan, ternyata disini tinggal pula ratusan monyet-monyet ekor panjang yang sangat ramah menyambut kami. Mereka menyambut kami dengan keroyokan, tau aja mau ketemu orang hits hahahaha canda. kemudian Pak Safi’i menjelaskan bahwa monyet-monyet disini sudah sangat jinak dan bersahabat, sehingga, tidak mungkin melukai pengunjung, apalagi sampai melukai hatinya hmmm pacarin juga nih. Pak Safi’i pun menginjinkan kami untuk memberikan makanan kepada Monyet-monyet sebagai tanda perkenalan, eh kami malah ke asyikan ngasih makan hahaha
 

Setelah asik bermain-main dengan Monyet, lu yang monyet, lu kali (eh kenapa jadi main kata-kataan) Pak Safi’i mengajak kami untuk explore, asiikkkk, katanya ada kejutan lain di Hutan Bambu ini, jeng jeng!! dan sekali lagi gue dikagetkan!, Ditengah-tengah Hutan bambu ini, juga hiduplah ribuan kelalawar raksasa yang bergelantungan, sesekali kelalawar raksasa ini dibangunkan dengan cara mengeluarkan suara bising, dan menakjubkan sekali ketika meilhat ratusan kelalawar raksasa berterbangan memenuhi langit diatas kami! Sulit diungkapkan dengan kata-kata.

 foto-foto keren ini diambil dari lensa kamera Mas Sendy. Fotografer handal panutan anak-anak muda kekinian.

Untuk informasi yaaa guyssss, Hutan Bambu itu memiliki banyak fungsi penting untuk kehidupan manusia, salah satunya adalah menjaga dan menyimpan air, juga memperbaiki aliran air tanah. Contohnya begitu nyata di Hutan bambu Lumajang ini, terdapat beberapa sumber mata air yang sangat amat jernih, mengendap dan mengalir ditempat ini, rasanya mau nyebur aja, tapi kok kaya sayang banget yaaa, soalnya air nya bersih banget gituuuuu.

focus ke airnya aja yaaa, kalo ini yang foto mas Ain, bisa ketahuan dari bagaimana dia mengambil gambar ๐Ÿ˜…โœŒ๐Ÿฝ

Jadi itulah sedikit cerita luar biasa ditengah perjalanan kami menuju Puncak B-29. Hutan Bambu Lumajang ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang ingin memanjakan diri dari sibuknya rutinitas sehari-hari.

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *