Pesona Tumpak Sewu, Pesona Indonesia!

Setelah mendarat di Bandara Noto Hadinegoro, Jember, kami langsung di jemput oleh Mas Nur dan Mas Lucky Disparbud Lumajang yang akan menemani kami selama berkeliling di Lumajang. 

mobil elf yang menjemput kami di bandara.

Ada dua mobil yang menjemput kami, satu mobil elf untuk mengangkut 10 orang dari kami, dan satu lagi mobil pribadi untuk membawa barang-barang dan sekaligus penunjuk jalan. Tepat pukul 11.30 kami memulai perjalanan  menuju Lumajang. Menurut mas Nur, perjalanan ke Lumajang (Tumpak Sewu) melalui Jember akan menempuh waktu 2,5 jam, karena posisi Tumpak Sewu ada di ujung Kabupaten Lumajang. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir dulu di rumah makan terdekat karena waktu makan siang sudah semakin dekat. Dan pilihan rumah makannya adalah Soto Lamongan, duh makannya di Jember, tapi sotonya Lamongan haha, posisi restorannya ada di Rambipuji, Jember.

Tapi yaa emang enak sih soto nya! dan kebetulan gue pesen soto yang paling rekomendasi disini, Soto Iga!!! enaaakkkk hehe 

Oke, setelah makan selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Lumajang, sepertinya perjalanan akan jauh sekali, yaudah yuk kita istirahat dulu, semoga bangun-bangun udah sampai hahaha. Dari Jember kita akan melalui rute ini, Jember-RambiPuji-Balung-Kasiyan-Gumuk Mas-Kencong-Yosowilangun-Tempeh-Pasirian-Candipuro-Pronojiwo.

Maafkan posisi tidur ini, kami kekenyangan guyssss hahahaha. foto ini adalah hasil keisengan Harival.

Dan akhirnya setelah beberapa jam perjalanan, kita sampai juga di Tumpak Sewu! wah aroma-aroma surga dunia mulai tercium dari kejauhan, eh tapi, yaa parkir dulu lah mobilnya hehe

lahan parkir di Tumpak Sewu cukup luas yaa, jadi gak usah takut gak kedapatan parkir hehe. 
Sebelum memulai perjalanan, kami terlebih dahulu di jamu oleh Pak Karim atau yang lebih akrab dipanggil Bang Dul. Nah bang Dul ini memang biasa menjadi guide di Tumpak Sewu, dan punya Account Instagram juga loh hehhee

monggo buat kalian yang butuh guide ke Tumpak Sewu 😁

Sebagai informasi, letak geografis Tumpak Sewu berada di perbatasan antara Malang dan Lumajang, yang dipisahkan melalui aliran Sungai Glidih yang membatasi Kecamatan Pronojiwo Lumajang dan Kecamatan Ampel Gading Malang. 

Sebelum memulai perjalanan, kami terlebih dahulu di suguhi buah-buahan di warung Bang Dul, tapi ada yang unik nih, kita ditawarkan Salak Rebus! wah ada-ada aja yaa Salak kok direbus haha oke dicobain deh sekali-sekali haha

rasanya agak asem-asem lembek gimanaaaa gituuuu, haha bikin melek dan semangat

Okelah, sekarang kita mulai perjalanan ke Tumpak Sewu, karena akan ada banyak anak tangga yang harus kita turuni untuk sampai ke titik jatuhnya air terjun. Yuk kita mulai bercerita melalui gambar-gambar berikut 😁
Perjalanan dibuka dengan bentangan poster ini, yang membuat kami semakin tidak sabar untuk melihat keindahan Tumpak Sewu secara langsung, dengan mata dan kepala sendiri.



Ini adalah loket menuju Air Terjun. 5000 rupiah dan kalian sudah bisa menikmati tempat ini sepuasnya. oh iya parkir juga 5000 yaa. 😁

Dari loket, jalan akan terus menurun, masih beraspal, 5 menit kemudian kalian akan menemukan jalan bercabang seperti ini:

signage warna kuning akan mengantarkan kalian ke titik jatuhnya air terjun, sementara signage warna biru akan memperlihatkan air terjun Tumpak Sewu dari atas untuk pemanasan, supaya lebih semangat untuk turun hehe dari pos panorama, seperti ini lah pemandangan air terjun Tumpak Sewu:

Jadi, gimana? sudah tercengang? hehe sabar, ini masih dari atas loh, nanti kita lihat langsung dari depan titik jatuhnya air. Sudah tidak sabar? wah kalo disini harus sabar yaa guys, karena track menuju kebawah cukup berbahaya, harus ekstra hati-hati, kenapa? karena kita akan turun kelembah melalui ratusan anak tangga yang licin, dengan jarak tempuh kurang lebih 800 meter atau 30-40 menit melintasi lembah dan tebing. Tapi tenang, akan ada bantuan tali dan ban karet untuk pegangan, yang penting tetap focus hehe

Begini nih, penampakan dari anak tangga menuju dasar lembah. Asik loh, sangat menantang 😁
Setelah kurang lebih 15 menit menuruni anak tangga, kita akan bertemu dengan sebuah tempat yang katakan lah pos 1 hehe, karena tempat ini sepertinya nyaman sekali untuk beristirahat sejenak. Setelah dari pos 1 ini, perjalanan akan semakin menantang dan seru! kita akan melintas diantara air terjun kecil! 

Gimana? udah kebayang belum serunya? keringat yang timbul karena lelah menuruni anak tangga hilang seketika ketika wajah ini dibasuh oleh mata air jernih yang segar ini! luar biasa!

Mas Ain dan Mbak Nina, cinta yang terbentuk oleh alam πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒπŸ½βœŒπŸ½βœŒπŸ½

Setelah melewati jalur air terjun kecil ini, jalan barangsur-angsur akan mulai melandai, karena kita sudah mulai sejajar dengan aliran sungai.

Tapi, kami masih harus melintasi sungai! gila sih, seru banget perjalanan ini! hahahaha 

Dan akhirnya kita sampai juga di titik jatuhnya air! Ahhhh Tuhan! Ini keterlaluan indahnya!!! Semakin segar karena kami di sambut dengan serbuan jutaan titik air yang tertiup angin membasahi sekujur tubuh, sueggeeerrr pooolllll!!! Sekedar saran, kalo bisa bawa plastik atau raincoat untuk menutupi tas dan barang-barang penting, karena sudah pasti basah, pasti mau mendokumentasikan keindahan ini kan? Nah makanya persiapkan semua hal untuk melindungi gadget kalian, tissue juga perlu kayanya hehe eh keasikan nulis sampe lupa kasih gambarnya πŸ˜… Okeeee, jadi ini lah penampakan Tumpak Sewu lebih dekat! Menurutku, kalian lebih baik datang langsung saja ketempat ini, karena apa yang ditangkap oleh kamera hanya 1% dari 100% keindahan yang ditangkap langsung oleh mata 😁

Jadi kapan mau main kesini? warga sekitar yang ramah-ramah itu sudah tidak sabar untuk menunggu kalian! 😁

Schode Ilham Written by:

dengan membaca semua tulisan ini, kalian telah menelanjangiku bulat-bulat.

7 Comments

  1. Ain
    May 5, 2017
    Reply

    Ahh.. Penting bangeut yak itu poto si haripal diaplod..

  2. Beby
    May 6, 2017
    Reply

    Baca ceritanya berhenti dan ngakak dulu hanya karena cinta yang terbentuk dadakan itu…

  3. May 17, 2017
    Reply

    Belum kesampean ke sini. Foto-fotonya bikin keringetan dan exctited barengan padahal belum dijajal juga.

    • May 27, 2017
      Reply

      kamu harus coba! aku yang udah kesini dua kali aja rasanya pengen balik lagi hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *